Ringkasan Berita:
- Kantor MWCNU Diwek akan difungsikan sebagai posko transit selama Muktamar Ke-35 NU dengan layanan 24 jam mulai 21 hingga 31 Agustus.
- Peserta dan rombongan nahdliyin yang singgah akan mendapatkan fasilitas istirahat serta minuman kopi dan teh gratis selama berada di posko.
- MWCNU Diwek juga membuka kesempatan bagi warga yang ingin membantu dengan menyediakan rumah atau kendaraan secara sukarela untuk mendukung kelancaran Muktamar NU.
Jombang (beritajatim.com) – Persiapan menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, terus dilakukan berbagai pihak. Tidak hanya memasang atribut penyambutan, keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Diwek juga menyiapkan layanan bagi peserta Muktamar yang membutuhkan tempat singgah selama pelaksanaan muktamar 27 hingga 31 Agustus 2026.
Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah Kantor MWCNU Diwek yang akan difungsikan sebagai posko transit selama pelaksanaan Muktamar. Di posko tersebut, para rombongan nahdliyin yang singgah akan mendapatkan layanan istirahat serta minuman kopi dan teh secara gratis.
Sekretaris MWCNU Diwek Muhammad Ridwan mengatakan, penyediaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya membantu kelancaran mobilitas peserta Muktamar yang datang ke Jombang. “Untuk para rombongan yang singgah istirahat dalam perjalanan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh dalam pengajian Seloso Legi di Masjid Shirotol Mustaqim Desa Bandung, Selasa (28/7/2026), menyampaikan bahwa Kantor MWCNU Diwek dan Masjid An-Nur Jatipelem akan dioptimalkan sebagai posko transit selama agenda besar NU tersebut berlangsung.
“Saat Muktamar digelar, kantor MWCNU Diwek akan dihidupkan 24 jam sehari mulai 21 Agustus sampai 31 Agustus, siap melayani penginapan maupun istirahat,” imbuhnya.
Selain menyediakan tempat istirahat dan konsumsi ringan, MWCNU Diwek juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam menyukseskan Muktamar Ke-35 NU.
Warga yang memiliki rumah maupun kendaraan dan bersedia meminjamkan secara sukarela dapat mendaftarkan diri ke kantor MWCNU Diwek. “Akadnya gratis, bukan disewakan, untuk membantu melancarkan mobilitas peserta,” tambahnya.
KH Hamdi menjelaskan, persiapan tersebut dilakukan karena diperkirakan lebih dari 100.000 warga nahdliyin akan hadir di Jombang selama pelaksanaan Muktamar. Jumlah tersebut termasuk perwakilan sekitar 30 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari luar negeri.
Menurutnya, kedatangan para peserta ke Jombang juga menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat berbagai lokasi bersejarah bagi NU, termasuk kawasan Tebuireng. “Tidak mungkin orang sudah jauh-jauh ke Jombang, ke Tambakberas, tetapi tidak ingin mampir ziarah ke Mbah Hasyim dan Gus Dur di Tebuireng,” tandasnya.
Selain menyiapkan posko transit, rangkaian kegiatan MWCNU Diwek dalam menyambut Muktamar NU juga akan diawali dengan khatmil Qur’an dan doa bersama. “Tanggal 23 Agustus dan malam harinya doa bersama istighosah,” ujarnya.
Sementara itu, Rais Syuriah MWCNU Diwek KH Nur Hadi mengajak seluruh warga NU di wilayahnya untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Muktamar. Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai pengabdian dan kebersamaan dalam merawat organisasi.
Kiai muda yang akrab disapa Mbah Bolong tersebut juga mengingatkan bahwa perjalanan spiritual membutuhkan keseimbangan antara ilmu, amal, dan kebersihan hati. “Agar meraih shirothol mustaqim, yaitu jalan yang diberi keimanan, sehingga menikmati kehidupan, baik nikmat iman maupun nikmat istikomah,” tambahnya. [suf]






