Ringkasan Berita:
- MAUWH Tambakberas Jombang disiapkan menjadi Tower A penginapan peserta Muktamar ke-35 NU dengan kapasitas sekitar 190 muktamirin.
- Fasilitas madrasah terus dibenahi menyerupai standar penginapan nyaman, mulai dari AC, wifi, hingga penambahan toilet untuk menyambut tamu NU.
- Panitia Muktamar NU Tambakberas menyiapkan 314 ruangan di 16 gedung pendidikan untuk menampung sekitar 3.370 peserta.
Jombang (beritajatim.com) – Dua gedung tiga lantai di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, kini menjadi salah satu pusat persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Gedung Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbullah (MAUWH) dipercaya menjadi salah satu lokasi penginapan peserta muktamar yang akan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
MAUWH ditetapkan sebagai Tower A dari sembilan tower penginapan yang disiapkan panitia. Madrasah tersebut akan menjadi tempat tinggal sementara bagi para muktamirin yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.
Untuk menyambut para tamu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, pihak MA-UWH melakukan berbagai persiapan. Ruang-ruang yang akan digunakan terus dipercantik dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pendingin ruangan atau AC, jaringan internet wifi, hingga penambahan fasilitas toilet.
Persiapan tersebut dilakukan agar para peserta muktamar mendapatkan tempat tinggal yang nyaman selama berada di lingkungan PPBU Tambakberas. Panitia internal MAUWH juga mulai melakukan konsolidasi. Rapat persiapan digelar pada Minggu sore (26/7/2026) di Kampus B MAUWH dan dipimpin langsung oleh Kepala MA-UWH, Faizun Amir.
Faizun menjelaskan, madrasah yang dipimpinnya akan menjadi tempat menginap bagi sekitar 190 peserta Muktamar ke-35 NU. Para muktamirin tersebut nantinya akan ditempatkan di Gedung A dan Gedung B MAUWH.
“Yang gedung B baru selesai dibangun pada 2024 kemarin, lokasinya hanya 100 meter timur dari gedung A sini,” ujar pria yang juga Ketua Umum IKABU (Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum) Pusat ini.
Menurut Faizun, MAUWH memiliki 19 kamar yang tersebar di lantai satu, dua, dan tiga dari kedua gedung tersebut. Gedung A sendiri telah berdiri sejak 2014, sementara Gedung B merupakan bangunan baru yang selesai pada 2024.
Untuk meningkatkan kesiapan akomodasi, pihak madrasah akan melakukan sejumlah pembenahan. Perbaikan tersebut meliputi pengecatan ulang gedung, pemasangan AC di setiap ruangan, serta penambahan toilet.
Komitmen MAUWH dalam menyukseskan Muktamar ke-35 NU tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari penghormatan kepada para peserta yang datang ke tanah perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah.
“Para muktamirin itu hakikatnya adalah tamunya Mbah Wahab Hasbullah, jadi kita-kita cucunya harus menyambut baik para tamu tersebut,” ujarnya.
Faizun menegaskan bahwa MAUWH siap memberikan pelayanan terbaik selama para peserta muktamar berada di PPBU Tambakberas. Ia menyebut sejumlah guru MA-UWH juga terlibat dalam kepanitiaan lokal Muktamar NU di Tambakberas. “Termasuk saya yang ditunjuk jadi Wakil Ketua Panitia Lokal,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAUWH Randi Setyawan menyampaikan rasa syukurnya karena madrasah tersebut dipercaya menjadi Tower A penginapan peserta muktamar.
Meski tergolong sebagai lembaga pendidikan yang relatif baru, MAUWH menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dengan maksimal. “Insyaallah fasilitas dan panitia internal siap menjalankan tugas ini,” tandasnya.
Ketua Umum Yayasan PPBU sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh, menjelaskan bahwa sistem akomodasi peserta muktamar akan memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan mitra.
Menurutnya, terdapat enam titik penginapan yang telah disiapkan. Seluruh lokasi tersebut telah melalui survei dan mendapat persetujuan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dengan estimasi jumlah peserta mencapai 3.370 orang, panitia menerapkan konsep akomodasi terpadu melalui pemanfaatan 314 ruangan yang tersebar di 16 gedung sekolah dan kampus internal di bawah naungan yayasan.
Fasilitas penginapan mencakup sejumlah gedung pendidikan, seperti MA Unggulan KH Abd Wahab Hasbullah yang meliputi Gedung A, B1, B3, dan aula besar. Selain itu, terdapat kompleks MMA Enam Tahun Kampus 1, 2, dan 3, MI Bahrul Ulum, MAN 3 Tambakberas dengan 62 ruangan, serta MTsN 3 Tambakberas yang menyediakan 13 ruang ber-AC dan 52 ruang reguler.
Panitia juga memanfaatkan fasilitas Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) melalui Gedung A, B1, F, C, serta Rusunawa Gedung D. Sementara Kampus IAIBAFA menyediakan 25 ruangan khusus bagi para kiai dan pengurus Nahdlatul Ulama.

“Seluruh lokasi penginapan tersebut terbagi dalam enam titik strategis di sekitar kompleks pesantren. Kelayakan fasilitas telah dipastikan melalui survei langsung oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” pungkas Gus Rozaq memastikan.
Persiapan MA-UWH sebagai Tower A menjadi bagian dari kesiapan besar PPBU Tambakberas dalam menyambut Muktamar ke-35 NU. Tidak hanya menyediakan tempat tinggal, panitia juga berupaya menghadirkan suasana nyaman dan penuh penghormatan bagi para peserta yang datang ke pusat sejarah perjuangan NU di Jombang. [suf]






