Jombang (beritajatim.com) – Kasus Covid-19 di Jombang Jawa Timur semakin tak terkendali. Jumlah kasus semakin naik. Praktis, saat ini tidak ada lagi kecamatan yang berstatus zona hijau Covid-19. Padahal sebelumnya ada satu kecamatan zona hijau (nihil kasus), yakni Ngusikan.
Namun berdasarkan update dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Rabu (30/6/2021) sore, Kecamatan Ngusikan statusnya berubah menjadi kuning. Di kecamatan yang berada di utara Sungai Brantas itu terdapat satu kasus Covid-19.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-jombang”]
Secara detail, dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang, terdapat tiga kecamatan zona kuning. Masing-masing Kecamatan Ngusikan (1 kasus), Kudu (4 kasus), serta Wonosalam (2 kasus). Kemudian empat kecamatan zona oranye, yakni Ngoro (6 kasus), Kesamben (8 kasus), Sumobito (10 kasus), dan Megaluh (9 kasus).
Sedangkan 16 kecamatan lainnya bersatus zona merah. Enam belas kecamatan tersebut meliputi, Plandaan (11 kasus), Kabuh (18 kasus), Ploso (11 kasus), Tembelang (11 kasus), Bandarkedungmulyo (13 kasus), Perak (11 kasus), serta Gudo (18 kasus).
Kemudian Jombang Kota (62 kasus), Diwek (34 kasus), Jogoroto (15 kasus), Bareng (13 kasus), Mojowarno (24 kasus), serta Mojoagung (22 kasus). Selain sebaran Covid-19 yang merata, dalam data tersebut juga tercatat delapan orang meninggal dan 27 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 48 orang. Yakni, dari jumlah kumulatif 5.272 menjadi 5.320 kasus.
Bed untuk ruang isolasi yang awalnya 118, ditambah lagi 35. Namun lagi-lagi semuanya dengan cepat terisi. Sebagai langkah antisipasi, pihak rumah sakit mendirikan tenda darurat di lokasi parkiran karyawan RSUD Jombang. “Tenda tersebut digunakan untuk transit sementara pasien,” kata Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran. [suf]







