BKKBN Jatim optimistis mampu mewujudkan prevalensi angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 ini.
KUMPULAN BERITA Stunting Jatim
Berbagai upaya dilakukan BKKBN Jatim untuk mempercepat penurunan angka stunting. Di akhir tahun 2023 nanti, angka stunting Jatim ditargetkan turun 16 persen.
Provinsi Jawa Timur (Jatim) menargetkan angka prevalensi stunting turun menjadi 16 persen di tahun 2023 dalam Survei Kesehatan Indonesia (SKI).
Capaian penurunan stunting di Jatim pada tahun 2022 berada di angka 19,2 persen. Jumlah ini berada di bawah standard WHO yakni 20 persen.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Muhammad Fawait (Gus Fawait) menggaungkan ‘Revolusi Putih’ demi membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat.
Wagub Jatim Emil Dardak memastikan usulan 29 ribu alat ukur balita untuk menekan stunting.
Surabaya (beritajatim.com) – Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya,…






