Setelah status kasus robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo resmi dinaikkan ke tahap penyidikan, tim gabungan penyidik Polda Jatim
KUMPULAN BERITA Ponpes Al Khoziny
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengumumkan perkembangan hasil identifikasi korban tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Mensos Gus Ipul pastikan seluruh korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dapat jaminan kesehatan, perlindungan sosial, dan beasiswa pendidikan.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Mabes Polri kembali mengidentifikasi 6 jenazah pada hari kesepuluh tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rabu (8/10/2025) malam.
Kapolsek Buduran dan jajaran Polresta Sidoarjo takziyah ke rumah duka santri Al Khoziny, M. Rizki Maulana Saputra, korban ambruknya musala ponpes di Sidoarjo.
Desakan supaya pihak kepolisian mengusut tuntas tragedi pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang menewaskan lebih dari 60 anak-anak terus bermunculan.
Di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, tragedi runtuhnya bangunan tiga lantai dan musala memicu operasi evakuasi besar-besaran, sejak Sabtu (29/9/2025).
Polda Jatim pastikan tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo naik ke penyidikan, temukan unsur pidana kelalaian dan pelanggaran bangunan gedung.
Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny asal Gresik, Achmad Ghiffary Haekal Nur (17) yang menjadi korban akhirnya dimakamkan di Glagah Lamongan. Remaja ini termasuk dari 63 korban yang diidentifikasi pasca ambruknya Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo.
Di balik puing-puing dan debu reruntuhan gedung tiga lantai serta musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, tersimpan kisah tentang keberanian dan keikhlasan.









