Gresik (beritajatim.com) – Ancaman penyalahgunaan narkoba yang terus membidik kalangan remaja menjadi perhatian Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Untag Surabaya menggelar Talk Show “Remaja Cerdas Antinarkoba” yang diikuti 390 siswa SMAN 1 Sidayu di Dani Sport Center, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pameran Hasil Pemberdayaan Masyarakat yang berlangsung di Kecamatan Bungah dan Sidayu pada 6–17 Juli 2026.
Ketua LPPM Untag Surabaya, Prof. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghadirkan inovasi bagi masyarakat, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Dengan mengundang siswa-siswa dari SMAN 1 Sidayu, kami mau mengajak mereka untuk selalu berpikir dan bertindak positif demi mempersiapkan masa depan dengan tidak menyentuh maupun mengonsumsi narkoba,” ujarnya.
Menurut Slamet, program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Untag Surabaya tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan sosial dan pembangunan karakter.
“LPPM Untag Surabaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa mampu memberikan inovasi teknologi, pelatihan, dan pemanfaatan potensi lokal untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, kami juga ingin membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat,” katanya.

Dalam sesi edukasi, Penyuluh Narkoba BNN Provinsi Jawa Timur, Stafrine Jeanife Adelaine Bernadus, S.Psi., mengingatkan bahwa para pelaku peredaran narkoba terus mengembangkan berbagai modus untuk menjebak korbannya, terutama kalangan remaja.
“Banyak modus yang digunakan oleh penjahat-penjahat narkoba. Remaja harus mampu menjaga dirinya sendiri dari godaan-godaan narkoba,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba kerap menjadi pintu masuk munculnya tindak kriminal lain.
“Narkoba berkaitan dengan kejahatan-kejahatan lain. Ketika sudah mengonsumsi narkoba dan kehabisan uang, seseorang bisa mencuri atau melakukan kejahatan lainnya,” jelasnya.
Dosen Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, dr. Adinda Istantina, Sp.KJ., turut mengingatkan bahwa jaringan narkoba selalu mencari cara baru untuk memperluas peredarannya sehingga remaja harus memiliki kewaspadaan tinggi.
“Banyak inovasi yang dilakukan oleh penjahat narkoba sehingga remaja harus bisa mawas diri,” katanya.

Sementara itu, dosen Psikologi Untag Surabaya, Yuriadi, S.Psi., M.A., Ph.D., menekankan pentingnya membangun ketahanan mental agar generasi muda tidak mudah terpengaruh lingkungan maupun ajakan negatif.
“Remaja harus menjadi remaja yang tangguh,” pesannya kepada para peserta.
Selain mengikuti talk show, para pelajar juga mengunjungi Pameran Hasil Pemberdayaan Masyarakat yang menampilkan berbagai inovasi Untag Surabaya di 29 desa, terdiri atas 16 desa di Kecamatan Bungah dan 13 desa di Kecamatan Sidayu. Pameran tersebut menampilkan 145 teknologi tepat guna, lebih dari 70 buku model pelatihan, serta lebih dari 70 produk berbasis potensi lokal yang dikembangkan bersama masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, BNN, sekolah, dan masyarakat, Untag Surabaya berharap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan sejak dini. Edukasi tersebut diharapkan mampu membekali remaja dengan pengetahuan, kewaspadaan, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai modus peredaran narkoba yang terus berkembang. [but]






