Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa iuran atau sumbangan untuk peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan RT dan RW harus bersifat sukarela.
Ia mengingatkan agar tidak ada penetapan nominal iuran karena berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat hingga dikategorikan sebagai pungutan liar (pungli).
Selain bersifat sukarela, Eri meminta supaya hasil dari sumbangan tersebut dibuka secara transparan dihadapan publik maupun warga. Hal ini bertujuan agar tidak memberatkan warga dan menimbulkan prasangka-praduga di masyarakat.
“Saya berharap kalau ada yang ditarik uang atau sumbangan, ‘sak ikhlase’ toh. Karena dia (warga) bagian dari RW itu. Silakan,” ujar Eri, Rabu (15/7/2026).
Menurut Eri, apabila dalam praktiknya terdapat penarikan sumbangan yang telah ditetapkan atau diwajibkan, masyarakat maupun pelaku usaha dapat melaporkannya ke Pemkot Surabaya.
Langkah pelaporan tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan sumbangan yang lebih akuntabel sekaligus mencegah munculnya keluhan terkait penggunaan dana di lingkungan RT dan RW.
“Tapi kalau (nominal) sudah ditetapkan, maka bisa menyampaikan kepada pemerintah kota,” tegasnya.
Sebelumnya Pemkot Surabaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.3/ 16871/ 436.1.1/2026 tentang Pembatasan Pungutan Iuran kepada Masyarakat di Lingkungan RT dan RW. Surat edaran itu turut menjadi pedoman agar penarikan iuran di lingkungan RT/RW dilakukan sesuai ketentuan.
“Saya juga tidak ingin kalau RT/RW saya diperiksa oleh penegak hukum, dikategorikan dalam hal pungli. Karena itu saya mengingatkan semoga tidak ada lagi hal yang seperti itu,” tambahnya.
Di sisi lain, Wali Kota Eri mengajak para pelaku usaha yang menjadi bagian dari lingkungan RT/RW untuk berpartisipasi memeriahkan HUT ke-81 RI.
Eri bilang, sumbangsih dari pelaku usaha akan menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan selama diberikan secara sukarela dan dikelola dengan baik.
“Saya juga berharap yang namanya pengusaha, ketika mereka adalah bagian daripada RW itu, untuk menyambut 17 Agustus Kemerdekaan Republik Indonesia, maka ya sumbangsihnya, masak kalah sama rumah tinggal,” pungkasnya. (rma/ted)






