Blitar (beritajatim.com) – Kehilangan sejumlah fasilitas gedung ternyata tidak menyurutkan pamor SDN Tlogo 2 Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Di tengah berlangsungnya masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah dasar ini justru membuktikan diri tetap menjadi primadona dan pilihan utama bagi para orang tua murid di wilayah sekitar.
Sebelumnya, ruang gerak sekolah ini sempat menjadi sorotan setelah beberapa unit gedungnya terpaksa dirobohkan.
Penggusuran fasilitas tersebut dilakukan demi memfasilitasi pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, pemangkasan infrastruktur fisik tersebut terbukti sama sekali tidak menggerus kepercayaan masyarakat.
Kepala SDN Tlogo 2 Kanigoro, Sugianto, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya animo masyarakat yang tetap stabil menitipkan pendidikan anak-anak mereka di sekolah yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, (penggusuran) tidak berdampak pada animo pendaftar. Jumlah siswa baru yang masuk tahun ini mencapai 28 anak. Angka ini sama persis seperti capaian pada tahun ajaran 2025 lalu,” ujar Sugianto pada Rabu (15/07/2026).
Stabilnya angka pendaftaran ini menjadi bukti nyata bahwa indikator sekolah favorit di mata masyarakat tidak melulu soal kemegahan fasilitas fisik, melainkan kualitas pengajaran dan rekam jejak sekolah.
Saat ini, kekuatan ekosistem pendidikan di SDN Tlogo 2 terbilang sangat solid. Sugianto merinci data dinamis mengenai total fluktuasi jumlah peserta didik yang aktif menempuh pendidikan di sekolahnya.
Total siswa yang aktif saat ini berjumlah 180 siswa. SDN Tlogo 2 sebenarnya mencatat total 182 siswa, namun dua anak di antaranya harus pindah sekolah mengikuti orang tua mereka ke wilayah Kota
Langkah taktis kini terus diupayakan pihak manajemen sekolah agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan optimal pasca-relokasi beberapa ruangan. Dukungan moral yang masif dari para wali murid baru menjadi energi tambahan bagi pihak sekolah untuk mempertahankan prestasi dan mutu lulusan.
Bertahannya SDN Tlogo 2 sebagai sekolah idola di Kanigoro memberikan pesan kuat bagi dunia pendidikan di Blitar: bahwa dedikasi para pengajar dan kepercayaan masyarakat adalah pondasi utama yang tidak bisa roboh, sekalipun bangunan fisik sekolah harus mengalah demi kepentingan pembangunan desa. (owi/ted)






