Satgas Kertonegoro Karangjati diminta Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera untuk turut menjaga Ngawi. Hal itu disampaikan Dwiasi saat bersilaturahmi dengan ratusan orang anggota perguruan silat dan tokoh masyarakat
KUMPULAN BERITA polres ngawi
Sampel rambut DNA tulang paha kanan mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung sudah dibawa Polres Ngawi ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
Pihak Satreskrim Polres Ngawi sudah menerima kiriman video pemuda berboncengan yang mengacungkan celurit di Jalan Raya Basuki Rahmat masuk Kelurahan Margomulyo.
Sebanyak 7 laporan kehilangan anggota keluarga masuk ke Satreskrim Polres Ngawi pasca temuan mayat perempuan di kebun jagung Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar.
Satreskrim Polres Ngawi mengambil sampel rambut tulang paha kanan mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung saat di RSUD dr Soeroto Ngawi.
Video berdurasi 24 detik merekam seorang pemuda yang diduga di Ngawi dibonceng motor sambil mengacungkan celurit panjang sekitar satu meter.
Bukan kain, rupanya yang melilit leher mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung Ngawi adalah baju kemeja. Dari hasil visum yang dilakukan Satreskrim Polres Ngawi dan petugas Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi,
Identitas jenazah perempuan yang ditemukan di kebun jagung di petak 53 A1 masuk RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur,
Polres Ngawi mengumumkan ciri-ciri mayat perempuan yang ditemukan di Kebun Jagung Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.
Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkap hasil otopsi tim Inafis. Diduga ada sumbatan pada jalan nafas pada mayat perempuan di kebun jagung.







