Ngawi (beritajatim.com) – Polres Ngawi mengumumkan ciri-ciri mayat perempuan yang ditemukan di petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Selasa (20/6/2023).
Sebut saja Mrs X dengan ciri-ciri berjenis kelamin perempuan, tinggi badan sekira 155 cm, berambut ikal, panjang rambut kurang lebih 40 cm, berbadan gemuk dan umur perkiraan antara 20 sampai dengan 30 tahun. Saat ditemukan, barang yang masih melekat di jasad korban adalah:
– Sebuah jaket warna hitam berlogo Eiger
– Sebuah celana panjang motif kotak kotak warna merah berkombinasi hitam dan putih
– Kaos kaki warna coklat hanya di kaki sebelah kanan
– Celana dalam warna hitam
– Kemeja flanel di leher lengan panjang warna hitam kombinasi hitam putih.
– BH warna hitam renda kembang
– Rambut ikal panjang sekitar 40 cm.
– Tinggi badan 155 cm
– Tangan sebelah kiri memakai 2 (dua) buah gelang aksesoris warna hitam merah dan hitam bertuliskan NIKE BSBL
– Tangan sebelah kanan memakai gelang asesoris kuningan.
“Kami umumkan kepada masyarakat luas, apabila ada keluarga yang hilang dan memiliki ciri-ciri seperti yang disebutkan tadi, bisa langsung menghubungi Polres Ngawi atau kantor polisi terdekat,” kata Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera pada Selasa (20/6/2023).
Sebelumnya diberitakan, Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkap hasil otopsi tim Inafis dan tim medis. Diduga ada sumbatan pada jalan nafas pada mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Inafis Polres Ngawi dan pihak medis serta autopsi maka penyebab kematian adanya sumbatan jalan nafas, dibuktikan dengan adanya sianosis pada kuku-kuku tangan membiru,” kata Dwiasi sesuai pers rilis Humas Polres Ngawi, Selasa (20/6/2023).
Penyebab kematian dengan sumbatan jalan nafas tersebut menguatkan dugaan pembunuhan. Pun, saat ditemukan terdapat kain yang melilit leher mayat perempuan tersebut.
Diketahui, petugas Perhutani Ngawi belakangan sudah mencium bau busuk di sekitar lokasi temuan mayat perempuan dengan celana melorot di Petak 53A1 masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).

Sulasno, salah satu anggota Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi mengaku sudah beberapa kali mencium bau busuk di jalan yang dekat dengan lahan kebun jagung garapan petani itu. Namun, dia mengira jika itu adalah bau bangkai hewan.
“Karena di area sini kadang ada orang nembak monyet, maka saya kira itu bangkai monyet. Atau bangkai ular lah kalau biasa kami temui itu. Sudah beberapa hari ini memang tercium bau busuk,” kata Sulasno saat di lokasi temuan mayat perempuan, Selasa (20/6/2023).
Dia baru tahu jika itu bukan bangkai hewan setelah kepala dusun setempat melaporkan ada mayat yang diduga adalah perempuan. “Saya lihat ada jaket ya, terus celananya agak melorot gitu ya. Sudah tinggal kerangka saja. Tapi tadi sudah dicek sama polisi, sudah dibawa jenazahnya ke RSUD dr Soeroto,” katanya.
Sebelumnya, rumput di lahan jagung yang digarap Sukamto warga Desa Planglor Kecamatan Widodaren Ngawi, Jawa Timur belum sepenuhnya mati. Dia pun mencari cara cepat dengan menyemprotkan cairan pembasmi rumput. Namun, saat belum semua rumput tersemprot, dirinya menemukan sesosok tubuh manusia.
Kaget sekaligus takut, dia mencoba memberanikan diri untuk melihat agak dekat. Dia mendekat dan melihat ada rambut, dan tengkorak manusia berbalut kaos, jaket berwarna biru dongker, dan celananya melorot itu nyaris tinggal kerangka saja. Namun, dia tak mendekat.
Dia pun memanggil petani lain yang kebetulan masih di ladang. Mereka menyimpulkan jika itu memang mayat Kemudian, mereka melaporkan kejadian itu pada kepala dusun tempat mereka menggarap lahan Perhutani di Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.
“Saya awalnya gak tahu kalau itu mayat wanita atau laki-laki ya. Namun, yang jelas ada kelihatan jaketnya itu. Jaketnya kayak ada minyaknya. Kemudian, kelihatan tengkorak gitu ya sama rambut,” kata Sukamto masih sambil menggendong alat semprotnya.
Mayat itu dalam posisi telentang. Namun, yang mendekat bukan dirinya. Melainkan rekan sesama petani, serta saat polisi datang mereka hanya melihat dari kejauhan.
Mayat itu diperkirakan meninggal sejak 20 hari lalu. Gelang yang dipakai ada tiga model bertuliskan Nike BSBL di tangan kiri, di tangan kanan ada gelang mirip kuningan. Pun, kaos yang dipakai adalah kaos hitam, jaket yang ditemukan berwarna biru dongker dengan merk Eiger serta celana panjang motif kotak-kotak. Di lehernya ada kain bludru bermotif kotak-kotak.
BACA JUGA:
Polres Ngawi Dalami Kain Terikat di Leher Mayat Perempuan di Kebun Jagung
Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan sudah membusuk di petak 53A1 lahan Perhutani masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023) pukul 09.00 WIB. Tepatnya di kawasan lahan Perhutani yang digarap oleh warga dengan ditanami jagung. Wanita itu diduga dibunuh karena ada kain yang menjerat lehernya saat ditemukan warga.
Saat ditemukan, kondisi celana korban sudah melorot, pun pria yang menemukan mayat itu pertama kali adalah Sukamto (59) penggarap lahan milik perhutani warga Desa Planglor Kecamatan Kedunggalar Ngawi.
Dia melihat ada jaket dan tengkorak manusia di kebun jagung yang dia garap. Sukamto yang terkejut dengan temuan itu langsung melaporkan kejadian tersebut pada Kepala Dusun dan berlanjut sampai ke Polsek Kedunggalar. “Saya pas menyemprot kan, ada jaket hitam dan tengkorak manusia, saya langsung lapor kepala dusun,” kata Sukamto, si penemu mayat.
Polsek Kedunggalar dan Satreskrim Polres Ngawi yang datang ke lokasi segera mengamankan tempat kejadian perkara. Pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Didapati jika korban masih mengenakan jaket bermerk Eiger berwarna biru dongker, kaos, gelang di kedua tangan, serta celana yang sudah melorot sampai lutut. Wanita itu diduga dibunuh karena ada kain yang menjerat lehernya saat ditemukan.
“Benar telah ditemukan jasad perempuan kondisi sudah membusuk. Hanya pakaian yang utuh, mengenakan jaket kaos dan celana setengah telanjang. Diduga dibunuh ada jeratan kain di leher. Untuk diperkosa apa tidak masih kami otopsi,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Agung Joko Haryono.
Saat ini, Satreskrim Polres Ngawi masih menyisir lokasi guna mencari barang bukti lain. Saat ini jenazah perempuan itu sudah dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diotopsi. [fiq/kun]






