Ngawi (beritajatim.com) – Sampel rambut DNA tulang paha kanan mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung sudah dibawa Polres Ngawi ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
Dua sampel tersebut dibawa untuk mengetahui identitas dan penyebab pasti kematian mayat wanita yang ditemukan di petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bagunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Selasa (20/6/2023).
Kepala Bidang Labfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo, ketika dikonfirmasi lewat aplikasi pesan singkat membenarkan jika pihaknya sudah menerima sampel tersebut pada Jumat (23/6/2023).
Tidak bisa singkat, butuh waktu minimal tiga hari untuk tahu hasil dari pemeriksaan DNA, itu pun masih tergantung dari DNA pembanding.
“Butuh waktu untuk pemeriksaannya. Untuk pemeriksaan DNA paling cepat 3 hari. Tapi tergantung pembanding dari yang diduga keluarga Pemeriksaan barang bukti terkait lainnya, guna mencari dan mengetahui identitas korban, juga sekaligus mencari penyebab kematiannya,” katanya.
Diketahui, Satreskrim Polres Ngawi mengambil sampel rambut tulang paha kanan mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung. Petugas kembali menyambangi Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi dimana jenazah yang tinggal tulang itu disemayamkan.
Pun petugas Instalasi Pemulasaraan Jenazah kembali membuka kantong mayat untuk mengambil sampel rambut dan tulang paha kanan untuk tes DNA. Rencananya, sampel tersebut bakal dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur di Surabaya.
“Benar, kami mengambil sampel rambut dan tulang paha kanan untuk dikirim ke Laboratorium Forensik Surabaya. Tujuannya untuk mengetahui DNA mayat tersebut,” kata AKP Agung Joko Haryono, Kamis (22/6/2023)
Agung mengatakan jika pihaknya, sempat kembali lagi ke lokasi penemuan mayat di kebun jagung petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur. Timnya mencoba mencari beberapa bukti lain.
“Namun, yang kami temukan merupakan potongan tulang dan gigi korban yang masih tertinggal di lokasi. Kalau barang sementara belum ada temuan lagi,” katanya.
Sebelumnya, Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkap hasil otopsi tim Inafis dan tim medis. Diduga ada sumbatan pada jalan nafas pada mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Inafis Polres Ngawi dan pihak medis serta autopsi maka penyebab kematian adanya sumbatan jalan nafas, dibuktikan dengan adanya sianosis pada kuku-kuku tangan membiru,” kata Dwiasi sesuai pers rilis Humas Polres Ngawi, Selasa (20/6/2023).
Penyebab kematian dengan sumbatan jalan nafas tersebut menguatkan dugaan pembunuhan. Pun, saat ditemukan terdapat kain yang melilit leher mayat perempuan tersebut.
Sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan sudah membusuk di petak 53A1 lahan Perhutani masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023) pukul 09.00 WIB. Tepatnya di kawasan lahan Perhutani yang digarap oleh warga dengan ditanami jagung. Wanita itu diduga dibunuh karena ada kain yang menjerat lehernya saat ditemukan warga.
Saat ditemukan, kondisi celana korban sudah melorot, pun pria yang menemukan mayat itu pertama kali adalah Sukamto (59) penggarap lahan milik perhutani warga Desa Planglor Kecamatan Kedunggalar Ngawi.
Dia melihat ada jaket dan tengkorak manusia di kebun jagung yang dia garap. Sukamto yang terkejut dengan temuan itu langsung melaporkan kejadian tersebut pada Kepala Dusun dan berlanjut sampai ke Polsek Kedunggalar. “Saya pas menyemprot kan, ada jaket hitam dan tengkorak manusia, saya langsung lapor kepala dusun,” kata Sukamto, si penemu mayat.
BACA JUGA:
7 Laporan Kehilangan Masuk ke Polres Ngawi Pasca Temuan Mayat Perempuan di Kebun Jagung
Polsek Kedunggalar dan Satreskrim Polres Ngawi yang datang ke lokasi segera mengamankan tempat kejadian perkara. Pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Didapati jika korban masih mengenakan jaket bermerk Eiger berwarna biru dongker, kaos, gelang di kedua tangan, serta celana yang sudah melorot sampai lutut. Wanita itu diduga dibunuh karena ada kain yang menjerat lehernya saat ditemukan.
“Benar telah ditemukan jasad perempuan kondisi sudah membusuk. Hanya pakaian yang utuh, mengenakan jaket kaos dan celana setengah telanjang. Diduga dibunuh ada jeratan kain di leher. Untuk diperkosa apa tidak masih kami otopsi,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Agung Joko Haryono.
Saat ini, Satreskrim Polres Ngawi masih menyisir lokasi guna mencari barang bukti lain. Saat ini jenazah perempuan itu sudah dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diotopsi. [fiq/kun]






