Ngawi (beritajatim.com) – Pihak Satreskrim Polres Ngawi sudah menerima kiriman video pemuda berboncengan yang mengacungkan celurit di Jalan Raya Basuki Rahmat masuk Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/ Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengatakan video itu dikirim lewat pesan langsung dari media sosial Polres Ngawi. Setelah dicek dan diidentifikasi, diketahui jika video tersebut diambil sekitar sebulan lalu. Karena, di akhir video terlihat jika Pos Induk Lantas Kartonyono belum dibongkar.
“Kami menduga itu video diambil sekitar sebulan lalu ya, karena dalam video Pos Lantas Kartonyono ini belum dipugar ya. Sementara, belakangan Pos Induk Sudah dipugar. Sehingga, kemungkinan besar ini adalah video lama,” kata Agung saat ditemui di kantornya, Kamis (22/6/2023).
Meski begitu, pihaknya masih terus menyelidiki soal video viral tersebut. Pun, dia memburu pemuda yang mengacungkan celurit itu hingga penyebar video. “Ini masih dalam penyelidikan kami,” lanjut mantan Kapolsek Sokobanah Sampang itu.
Alumni Akpol 2013 itu mengatakan jika dia meminta waega agar tak menyebarkan video tersebut. Jika kebetulan tahu atau mendapatkan kiriman, warga diminta menyimpannya sendiri tak menyebarkan lagi. “Agar masyarakat tidak semakin resah, sebaiknya video ini tidak disebar lagi secara masif, kami masih menyelidiki video ini. Jika ada kejadian serupa, segera laporkan pada kami,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, video berdurasi 24 detik merekam seorang pemuda dibonceng motor. Pemuda yang dibonceng tersebut mengacungkan celurit panjang sekitar satu meter. Sementara, pengendara motor menaiki motornya sembari meliuk kanan kiri.
Sementara, si perekam video berada si belakangnya dan dibonceng seseorang. Dalam rekaman, mereka berjalan dari arah Dungus melewati jalan Basuki Rahmat masuk Kelurahan Margomulyo, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Video berakhir ketika mereka sampai di Tugu Gading Perempatan Kartonyono.
BACA JUGA:
Beredar Video Pemuda di Ngawi Acungkan Celurit Panjang Dibonceng Motor Resahkan Warga
Beredarnya video yang mirip pelaku klitih Yogyakarta itu membuat warga resah. Mereka takut jika anak-anak muda lain meniru adegan dalam video. Parahnya, jika pemuda dalam video tersebut memiliki niat melukai orang lain.
“Kami prihatin ya. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi, jika ada klitih seperti ini bahaya ya. Karena dalam video pemuda yang membawa senjata mirip celurit atau pedang yang panjang ini berpotensi ditiru orang lain,” kata Agus Fatoni, tokoh masyarakat setempat.
Atong, sapaan akrab Agus Fatoni, meminta agar polisi serius menangani video tersebut. Dia meminta polisi agar segera menangkap pemuda yang terekam dalam video. “Ini polisi harus serius untuk menangani video ini. Pemuda yang bawa sajam ini harus segera ditangkap. Ini berbahaya jika Ngawi sampai terjadi klitih,” katanya.
Dia mengharap orang tua yang tahu soal video ini agar selalu mengawasi anak-anaknya. Terutama, lingkungan anak bergaul serta pihak sekolah yang turut memberikan pemahaman pada anak didik. “Kami harap semua pihak ya, utamanya orang tua, lingkungan, dan sekolah agar turut mengawasi anak-anak,”pungkasnya. [fiq/kun]






