Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan data dari Dispertahankan Kabupaten Ponorogo,
KUMPULAN BERITA penyakit mulut dan kuku
Wabah penyakit mulut dan kuku memicu trauma peternak sapi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tak hanya PMK, trauma Ini sendiri berpotensi mengancam populasi ternak sapi di Jember.
Harga sapi di Kabupaten Madiun anjlok imbas wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mulai menyebar awal 2025 ini. Kondisi ini membuat pedagang mulai resah.
Tercatat hingga 23 Desember 2024, 456 ekor sapi di 27 kecamatan menderita penyakit tersebut. Terbanyak di Tempurejo, yakni 105 ekor ternak. Dari jumlah tersebut, 28 ekor mati dan 18 ekor terpaksa disembelih. “Terakhir waktu saya sosialisasi pada 28 Desember 2024, sudah mencapai 500 ekor yang terjangkit,” kata Agus Khoironi, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Kamis (2/1/2024).
Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jatim akhirnya buka suara terkait merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Beberapa daerah sudah masuk KLB.
Memasuki 2025, Kabupaten Blitar masuk dalam kategori daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur (Jatim) turun tangan mengambil sampel sapi yang diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku di Magetan.
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) memukul para peternak sapi di Ngawi, Jawa Timur. Mereka terpaksa menjual sapi yang sakit dengan harga jauh di bawah pasaran.
Kasus PMK pada hewan ternak sapi di Jawa Timur kembali mewabah dalam beberapa pekan terakhir. Puluhan sapi pun dilaporkan mati akibat penyakit ini.
Kasus sapi mati mendadak yang diduga akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus meningkat di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Lebih dari 40 ekor sapi mati.









