pengamat ekonomi UMY, kepercayaan pasar modal, kondisi makro ekonomi Indonesia,defisit APBN 2025, BI beli obligasi pemerintah,kegagalan CoreTax
Pengamat UMY Ahmad Ma’ruf menilai anjloknya IHSG menandakan ketidakpercayaan pelaku pasar. Pemerintah diminta serius benahi ekonomi.
KUMPULAN BERITA ihsg
Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 5 persen pada 18 Maret 2025 lalu, yang sempat memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal hingga 5 ersen pada 18 Maret 2025 kemarin. Hal ini memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 30 menit.
Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Maret 2025 menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perekonomian Indonesia saat ini.
IHSG anjlok akibat defisit APBN, rumor mundurnya Sri Mulyani, dan kebijakan Prabowo. Investor asing menarik dana, pasar saham tertekan. Bagaimana solusinya?
IHSG anjlok 5 persen akibat ketidakpastian fiskal dan dugaan korupsi. Pengamat soroti lemahnya teknokrasi dan desak pengesahan UU Perampasan Aset.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah mengingatkan otoritas bursa serta OJK agar tidak perlu over reaction menghadapi IHSG merosot tajam.
IHSG melemah -1,81% ke level 6.515. Analis ungkap potensi penurunan lebih dalam, sentimen pasar, dan rekomendasi saham untuk minggu ini. Simak selengkapnya!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak terbatas pada kisaran 6.450-6.550, setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,97 persen.
IHSG ditutup menguat 0,66 persen ke level 7.154,65 pada Jumat (17/1/2025). Simak prediksi pergerakan IHSG dan rekomendasi saham potensial pekan ini dari IPOT.









