Ngawi (beritajatim.com) – Sebuah rumah semi permanen milik seorang lansia di Desa Sirigan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, ludes dilalap api pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Beruntung, pemilik rumah bernama Jariah (85), yang sempat terjebak di dalam bangunan, berhasil diselamatkan warga sebelum kobaran api menghanguskan seluruh isi rumah.
Peristiwa itu terjadi saat kedua anak Jariah sedang pergi ke sawah. Kobaran api dengan cepat membesar hingga melahap bangunan beserta harta benda di dalamnya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari mengevakuasi korban.
Api diketahui pertama kali oleh tetangga korban setelah terdengar suara letupan dari arah rumah. Saat diperiksa, api sudah membesar sehingga warga langsung berteriak meminta pertolongan dan berusaha menyelamatkan penghuni rumah.
Amirul Khasanah, tetangga korban, mengaku kepanikan langsung terjadi begitu melihat kobaran api yang semakin membesar.
“Awalnya dengar suara pletak pletak terus tetangga melihat api sudah besar kita panik dan menyelamatkan penghuni rumah rumah anaknya pergi ke sawah,” ujar Amirul.
Setelah menerima laporan, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Namun saat petugas tiba, sebagian besar bangunan sudah terbakar sehingga proses pemadaman difokuskan agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Petugas pemadam kebakaran, Heri Kuncoro, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga. Namun jarak tempuh menuju lokasi serta keterlambatan pelaporan membuat api terlanjur membesar.
“Kami dihubungi meluncur ke lokasi namun rumah sudah setengah habis kita terkendala jarak juga lambat saat menghubungi pemadam,” kata Heri.
Petugas gabungan bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api sekitar satu jam kemudian. Meski bangunan rumah tidak dapat diselamatkan, proses evakuasi penghuni berlangsung cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Kapolsek Paron AKP Moh. Nur Haris mengatakan personel kepolisian turut membantu proses pemadaman dan memastikan keselamatan korban.
“Kami datang ke lokasi melakukan upaya pemadaman bersama damkar penghuni rumah berhasil kita selamatkan,” ujar AKP Moh. Nur Haris.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu api dari tungku yang diduga belum benar-benar padam saat kedua anak korban berangkat ke sawah. Namun penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan petugas.
Akibat kejadian tersebut, rumah semi permanen milik Jariah mengalami kerusakan total. Selain bangunan, hampir seluruh perabotan dan barang berharga di dalam rumah juga ikut terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan sumber api di dalam rumah benar-benar padam sebelum ditinggalkan, terutama di kawasan pedesaan yang masih banyak memanfaatkan tungku untuk memasak. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kebakaran yang berpotensi mengancam keselamatan penghuni maupun permukiman di sekitarnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Sementara itu, pemerintah desa bersama warga setempat mulai berkoordinasi untuk membantu kebutuhan sementara korban yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut. [fiq/but]






