Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah merilis data perhitungan hilal menjelang Idul Fitri 1446 Hijriyah. Berdasarkan hisab yang dilakukan pada Sabtu, 29 Ramadhan 1446 H atau bertepatan dengan 29 Maret 2025, hilal masih berada di bawah ufuk.
KUMPULAN BERITA hilal
Di tengah gemerlapnya teknologi, warga Jalan Cumpat tetap mempertahankan tradisi dengan menggunakan rubu’ untuk menghitung derajat hilal, alat yang lazim digunakan pada tahun 1980-an.
Pemantauan hilal oleh Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) Surabaya, Jumat (28/2/25) sore, belum membuahkan hasil karena terkendala cuaca hujan.
Pemantauan hilal 1 Ramadan 1446 H di Mojokerto gagal melihat hilal akibat cuaca mendung. Hasil rukyat akan jadi pertimbangan sidang isbat Kemenag RI
Rukyatul Hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1446 H yang digelar di Markaz Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan, tidak berhasil melihat hilal, Jumat (28/2/2025).
Mendapatkan jodoh yang baik dan sesuai dengan harapan adalah impian setiap orang, terutama bagi umat Islam yang memandang pernikahan sebagai ibadah dan bagian dari penyempurnaan agama.
Tim Badan Hisab Rukyat Kemenag Kabupaten Kediri gagal melihat hilal dari MAN 3 Kediri.
Hilal terhalang awan tebal dan tidak kelihatan saat pemantauan di kampus Universitas Negeri Sunan Ampel (UINSA), Selasa (9/4/2024)
Hilal terlihat di Masjid Agung Darussalam, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Ada empat orang perukyat berhasil
Hilal berhasil dilihat oleh tim pemantau hilal dari Markaz Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Selasa









