Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. Sebanyak 67 paket bantuan sosial diserahkan kepada 19 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanna Albarraa. Selain menerima peralatan usaha, para PKM juga mendapatkan pelatihan tata boga sebagai bekal untuk mengembangkan usaha mandiri.
Gus Barra (sapaan akrab, red) menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang diarahkan agar keluarga penerima manfaat mampu meningkatkan keterampilan, memiliki usaha produktif, hingga akhirnya dapat mandiri secara ekonomi.
“Harapannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian para penerima manfaat sehingga pada waktu pada waktunya mampu berdaya secara ekonomi serta siap melakukan graduasi dari Program Keluarga Harapan. Graduasi itu peningkatan, jadi, tidak selamanya harapan dari pemerintah niku panjenengan berada pada desil 1 sampai 4,” ungkapnya, Senin (13/7/2026).
Menurut Gus Barra, peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui kombinasi bantuan peralatan dan pelatihan keterampilan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Karena itu, ia mengingatkan agar seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan tujuan program.
“Saya berpesan kepada para peserta, para peserta pelatihan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, serap ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh para narasumber, kemudian kembangkan menjadi usaha yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan juga bagi masyarakat yang ada di sekitar kita,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo menjelaskan, dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 19 KPM PKH menerima bantuan peralatan kerja sekaligus pelatihan usaha kuliner. Para penerima tersebut berasal dari Kecamatan Puri, Sooko, Gedeg, dan Trawas.
“Penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang mendapat bantuan peralatan kerja berasal dari Kecamatan Puri, Sooko, Gedeg, dan Trawas sebanyak 19 orang KPM yang nanti setelah ini dan juga tadi sebelum Pak Bupati dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK sudah mulai melakukan pelatihan, ini sebanyak 19 orang penerima manfaat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinsos juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan kesejahteraan sosial apabila menemukan persoalan atau membutuhkan informasi terkait bantuan sosial.
“Segala bentuk apapun permasalahan sosial, kami siap untuk melakukan penanganan karena itu adalah amanah yang disampaikan oleh Bupati, monggo bisa melalui Simpati Kesos, (Sarana Pelayanan Hati dan Kasih Sayang terhadap penanganan kesejahteraan sosial) dengan nomor WhatsApp atau nomor telepon: 081211124799, atau melalui kanal pengaduan lainnya,” tandasnya.
Selain bantuan untuk peserta PKH, Dinsos juga menyalurkan bantuan peralatan tata boga kepada 10 penyandang disabilitas serta menyerahkan 38 unit kursi roda kepada penerima manfaat yang membutuhkan. Untuk peserta yang memilih usaha berjualan pentol, bantuan yang diberikan berupa satu unit kompor gas, tabung gas, selang kompor, blender, dandang, dan panci.
Sementara peserta usaha gorengan memperoleh kompor gas, tabung gas, selang kompor, blender, wajan, dan panci. Adapun penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan tata boga menerima paket berupa kompor gas, tabung gas, oven, dan wajan. Sedangkan peserta yang memilih usaha pembuatan kue kering memperoleh kompor gas, tabung gas, selang kompor, panci, oven, dan spatula. [tin/aje]






