Jember (beritajatim.com) – Kementerian Pertanian membiayai program Optimasi Lahan untuk 7.070 hektare sawah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember mengupayakan target satu juta ton gabah bisa tercapai pada 20206.
Oplah ini dilaksanakan di 240 titik oleh 240 kelompok tani penerima manfaat. “Targetnya sawah-sawah kita bisa meningkat indeks pertanamannya, dari satu kali panen menjadi dua atau tiga kali,” kata Kepala Dinas TPHP Jember M. Djamil saat ditemui di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (13/7/2026).
Saluran irigasi diperbaiki untuk memenuhi kebutuhan air. “Optimasi lahan ini luas. Tapi intinya, seluruh faktor yang berpengaruh pada produksi bisa dilakukan di lahan itu,” kata Djamil.
Titik-titik yang mendapat bantuan Oplah berasal dari usulan petani. “Lalu kami melakukan SID (Survey, Investigasi, dan Desain),” kata Djamil.
Dari hasil SID tersebut, pemerintah memperoleh informasi terkini tentang kondisi di lapangan yang dihadapi petani, menyangkut area maupun permasalahannya. Dengan teratasinya masalah pengairan, produktivitas petani bisa terdongkrak dari 5,2 ton gabah kering sawah per hektare menjadi sedikitnya 5,7 ton per hektare.
Saat ini produksi gabah kering giling di Jember sudah mencapai 560 ribu ton. “Target saya bisa satu juta ton. Mohon doanya,” kata Djamil.
Solihin, petani Desa Wonojati, mengatakan, selama ini air yang mengalir di saluran irigasi tersendat. “Apalagi sudah memasuki kemarau. Debit air kecil dan salurannya kotor,” katanya. Program Oplah diharapkannya bisa menyelesaikan persoalan pengairan.
Selain Optimasi Lahan, pemerintah juga menggelontorkan bantuan irigasi pompa untuk kurang lebih 90-100 titik dan bantuan alat mesin pertanian di Jember. “Insyaallah total anggaran ada kurang lebih Rp 312 miliar pada 2025 dan 2026,” kata Bupati Muhammad Fawait. saat meninjau program Oplah di Desa Wonojati.
Pelaksanaan program Oplah dan irigasi pompa, menurut Fawait, diserahkan kepada masyarakat setempat. “Harapannya infrastruktur pertanian terbangun, kemudian pekerja dari daerah sekitar, sehingga pendapatan masyarakat sekitar bisa meningkat,” katanya.
Bupati Fawait berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan kepada para petani di Jember. “Ini bukan omon-omon, tapi real bekerja untuk bagaimana petani bisa lebih sejahtera dan Indonesia bisa lebih kuat urusan ketahanan pangannya,” katanya. [wir/aje]






