Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat melakukan swab antigen acak kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Swab dilakukan setiap hari di Kota Malang.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana mengatakan, swab bagi siswa telah mencapai 40 persen atau 18 ribu siswa dari 45 ribu siswa SD dan SMP di Kota Malang. Dia menegaskan dari keseluruhan siswa yang di swab semuanya negatif dari Covid-19.
“Sejauh ini sudah sekitar 40 persen siswa sudah kita swab antigen. Allhamdulillah itu hasilnya negatif semua untuk adik adik siswa kita. Jangan sampai kita lengah, tetap semua harus pakai prokes. Kemudian jangan sampai berhenti menerapkan prokes,” papar Suwarjana.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkot-malang”]
Swab antigen acak dilakukan dengan berpindah dari sekolah ke sekolah lainnya. Untuk siswa swab harus dengan izin orangtua. Sedangkan bagi guru dan tenaga pengajar lainnya swab antigen wajib dilakukan.
“Swab antigen siswa ini sifatnya kita acak. Jadi kita lakukan swab, pindah dari sekolah satu ke sekolah yang lain. Dan alhamdulillah hasilnya negatif semua baik siswa maupun guru gurunya,” tandas Suwarjana. (luc/ted)






