Malang (beritajatim.com) – Kota Malang sebagai daerah penyangga kawasan wisata di Kota Batu dan Kabupaten Malang mengandalkan industri hotel dan restoran dalam menggaet kunjungan wisatawan. Wali Kota Malang, Sutiaji pun mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang untuk membangkitkan pariwisata pasca hantaman COVID-19.
“PHRI adalah mitra kami, karena PAD yang dikumpulkan dari sektor ini melebihi target. Sehingga kami dikuatkan dari sektor restoran dan hotel,” kata Sutiaji dalam Pelantikan dan Pengukuhan BPC PHRI Kota Malang di Ruang Sidang Balaikota Malang, Kamis (16/2/2023).
Sutiaji menyebut, Pemerintah Kota Malang terus berkomitmen mendorong kebangkitan pariwisata. Salah satunya dengan melakukan penataan dan aktivasi destinasi unggulan kota untuk menarik wisatawan.
“Kami akan percantik Kota Malang, dengan revitalisasi taman diberbagai titik. Maka selain dipercantik, juga ditata untuk lalu lintas transportasinya dengan pembangunan infrastruktur dan manajemen rekayasa lalu lintas. Ke depan kami buat juga berbagai event-event menarik di berbagai titik,” papar Sutiaji.
Sutiaji meminta PHRI untuk menangkap peluang Kota Malang sebagai kawasan penyangga pariwisata prioritas nasional di Jawa Timur. Yakni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
“Termasuk wisata Bromo Tengger Semeru. Kota Malang termasuk penyangga, bagaimana infrastruktur, bagaimana kesiapan kita semua. Harapannya, wisatawan mancanegara bisa menyempatkan berkunjung ke Kota Malang,” ujar Sutiaji.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Sutiaji juga berpesan kepada pelaku industri perhotelan dan restoran untuk terus berkoordinasi dan berkomitmen mendukung kebangkitan pariwisata di Kota Malang. Salah satunta melalui berbagai strategi promosi yang menarik minat wisatawan.
“Saat nanti PHRI memberikan promo yang kuat akan menghadirkan banyak wisatawan lokal maupun mancanegara hadir di Kota Malang,” tandasnya. [luc/but]






