Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya tak lagi menjadi satu-satunya daerah yang mendominasi perolehan medali pada cabang olahraga penthatlon dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Dalam pertandingan yang digelar Selasa (1/7/2025) pagi di Kolam Renang Tirta Ambara, Kabupaten Malang, distribusi juara terlihat lebih merata ke sejumlah kota dan kabupaten.
Technical Delegate penthatlon, Andi Setiyo Budi, mengungkapkan bahwa hasil pertandingan kali ini menunjukkan perkembangan positif. Dominasi satu daerah tidak lagi tampak mencolok sehingga prestasi dapat dirasakan lebih luas.
“Untuk juara kini tidak mendominasi pada satu kota atau kabupaten jadi ini lebih bagus juaranya lebih merata,” ujar Andi saat ditemui di lokasi pertandingan.
Pada nomor relay triathle mix yang melombakan kombinasi lari, renang, dan menembak, pasangan atlet Kabupaten Ponorogo, Reybadra Abhita dan Safira Amalina, tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 19 menit 12,20 detik. Sementara medali perak diraih Kota Batu melalui duet Akmalucas Irfano dan Nadira Khansa yang mencatatkan waktu 19 menit 38,51 detik. Medali perunggu direbut Kabupaten Malang lewat pasangan Gavin Alvaro dan Defiana Tharisa dengan waktu 19 menit 51,86 detik.
Andi menuturkan bahwa penthatlon memang baru pertama kali digelar dalam Porprov Jatim, namun antusiasme peserta sudah cukup tinggi. Tercatat ada 16 pengkab dan pengkot yang ikut ambil bagian dalam cabang olahraga gabungan ini.
“Belum kelihatan yang mendominasi kalau nanti hari terakhir, kelihatan,” tambahnya.
Untuk jadwal pertandingan berikutnya, akan digelar nomor biathle (lari-renang), laserrun putri, dan laserun mix relay yang dilaksanakan esok hari di venue yang sama. [way/beq]






