Probolinggo (beritajatim.com) – Setelah menuai sorotan akibat kondisi Stadion Bayuangga yang rusak dan dipenuhi sampah pasca pelaksanaan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo akhirnya memastikan proses pemulihan lapangan akan segera dilakukan.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dispopar Kota Probolinggo, Mohammad Abas, saat menjawab konfirmasi media pada Senin (13/7/2026) pukul 21.34 WIB.
Menanggapi pertanyaan mengenai rencana pembersihan stadion, mengingat pada 24 Juli mendatang Stadion Bayuangga dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan sepak bola antar pelajar tingkat SMP, Abas menyatakan perawatan akan dimulai pada Selasa (14/7/2026).
“Mulai besok pagi (Selasa, 14 Juli 2026) kami akan melakukan perawatan, pembersihan, dan pemulihan lapangan di Stadion,” jawab Abas melalui pesan singkat.
Saat ditanya mengenai siapa yang menanggung biaya pemulihan lapangan, Abas menegaskan tanggung jawab tersebut berada di pihak event organizer (EO) Semipro.
“Iya betul,” jawabnya singkat ketika dikonfirmasi apakah biaya perawatan menjadi tanggung jawab EO.
Ia juga menambahkan bahwa proses pembersihan akan dilakukan secara bersama-sama.
“Nanti kita akan bersama-sama membersihkan lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, kondisi Stadion Bayuangga menjadi sorotan setelah berakhirnya Semipro yang berlangsung pada 3–12 Juli 2026. Lapangan sepak bola terlihat dipenuhi sampah, mulai dari plastik, bungkus makanan, tusuk sate, hingga kawat dan paku bekas pemasangan tenda. Selain itu, sebagian besar rumput mengering dan berubah kecokelatan diduga akibat tertutup tenda serta tingginya aktivitas selama pelaksanaan acara.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran kalangan sepak bola Kota Probolinggo. Media Officer Askot PSSI Kota Probolinggo, Tri Handika Oktavianus, sebelumnya mengingatkan bahwa stadion akan kembali digunakan untuk kejuaraan sepak bola antar pelajar pada 24 Juli mendatang. Ia juga mengkhawatirkan masih adanya benda-benda berbahaya di lapangan yang berpotensi mencederai pemain.
Meski Dispopar telah memastikan proses pemulihan dimulai, perhatian publik kini tertuju pada efektivitas perbaikan tersebut. Pasalnya, waktu yang tersedia menuju agenda pertandingan hanya sekitar sepuluh hari, sementara kondisi rumput dan kebersihan lapangan dinilai memerlukan penanganan menyeluruh agar Stadion Bayuangga kembali layak dan aman digunakan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak event organizer Semipro, Agus Salim, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi media terkait mekanisme pelaksanaan pemulihan maupun bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan pasca penyelenggaraan event. (rap/ted)






