Ponorogo (beritajatim.com) – Musim kemarau seperti saat ini menjadi berkah bagi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bekiring, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Bumdes dengan usaha depo pengisian air bersih itupun laris manis.
Sehari bisa menjual sedikitnya 600 ribu liter air bersih. Dengan rincian satu truk tangki berkapasitas 8.000 liter air dan armada sebanyak 15 truk tangki. Setiap truknya bisa bolak-balik mengisi hingga 5 kali.
“Dalam sehari bisa menjual hingga 600 ribu liter air bersih. Dengan 15 armada truk tangki dengan kapasitas 8.000 liter. Biasanya bisa sampai 5 kali isi setiap truknya,” kata Kepala Desa Bekiring, Agus Santoso, Sabtu (14/10/2023).
Tidak hanya untuk kebutuhan air bersih di Ponorogo, namun Bumdes Bekiring ini, juga melayani sampai kabupaten tetangga seperti Kabupaten Madiun. Apalagi, musim kemarau seperti ini, permintaan setiap hari selalu bertambah.
“Air kita salurkan ke pelanggan lokal maupun daerah yang sedang dilanda krisis air bersih,” katanya.
BACA JUGA:
Gibran Dapat Dukungan Santri Ponorogo Maju Pilpres 2024
Agus menjelaskan bahwa meskipun sedang musim kemarau, kapasitas air bersih yang diambil Bumdes masih aman. Yakni dari sumber air dari Pegunungan Wilis. Tidak hanya Bumdes yang ketiban berkah dari usaha depo air bersih ini, masyarakat Desa Bekiring pun juga menikmati hasilnya. Yakni armada truk tangki untuk menyalurkan air bersih ke pelanggan, merupakan milik masyarakat desa setempat.
“Ada 15 armada truk pengangkut air bersih yang merupakan milik warga,” katanya.
BACA JUGA:
2.427 Orang Daftar Seleksi Calon PPPK di Ponorogo
Salah satu sopir truk tangki Iwan Narosid, mengungkapkan betapa tingginya permintaan air bersih saat ini. Tingginya permintaan ini, membuat dirinya bisa melakukan droping air sebanyak 5 hingga 9 kali per harinya.
“Untuk sekali droping air, saya bisa mendapatkan hasil Rp350-500 ribu, tergantung jarak dan medan lokasi droping air,” pungkasnya. [end/beq]






