Surabaya (beritajatim.com) – Industri percetakan nasional tengah berada di titik balik yang signifikan. Hal itu didorong oleh transformasi teknologi dan momentum politik yang kuat.
Surabaya Printing Expo (SPE) 2024, yang resmi dibuka Kamis (11/7/2024) di Grand City Surabaya, menjadi panggung utama bagi para pelaku industri untuk memamerkan inovasi terbaru dan menggali potensi pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
“Pameran SPE ini diharapkan dapat meningkatkan industri percetakan di Indonesia dan menjadi peluang bagi para pengusaha grafika untuk terus berinovasi,” ujar CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim.
Daud mengatakan industri percetakan kemasan makanan dan minuman, promosi dan iklan, serta tekstil dan pakaian menjadi sorotan utama dalam SPE 2024.
Ketiga sektor ini diproyeksikan akan terus tumbuh, didorong oleh perubahan gaya hidup konsumen, peningkatan permintaan produk-produk personalisasi, serta kontestasi politik yang semakin memanas.
Selain itu, Pemilu 2024 dan Pilkada 2024 telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi industri percetakan.
“Penjualan mesin percetakan digital melonjak, sementara bisnis reklame periklanan seperti baliho, sablon digital, dan cetakan stiker mengalami peningkatan signifikan,” kata dia.
Daud menyebut SPE 2024 menghadirkan lebih dari 230 perusahaan dan 10 UMKM, menampilkan berbagai teknologi percetakan terkini. Mulai dari cetak offset, cetak digital, cetak tekstil, hingga sablon.
“Pameran ini juga menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk berbagi pengetahuan dan menjalin kemitraan melalui berbagai seminar dan workshop,” kata dia,
Sementara, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ahmad Mughira Nurhani mengatakan pameran SPE ini adalah pameran yang wajib dihadiri oleh para pengusaha di bidang grafika.
“Kehadiran para penyedia jasa dan peralatan grafika dalam pameran ini akan memberikan manfaat bagi kita dalam menentukan arah bisnis ke depan,” kata dia. [asg/ian]






