Ringkasan Berita:
- Pemkot Surabaya merevitalisasi 16 pasar tradisional dengan anggaran sekitar Rp20 miliar pada 2026.
- Revitalisasi meliputi pembangunan IPAL, grease trap, sentra pemotongan unggas, hingga peningkatan sanitasi dan utilitas pasar.
- Sejumlah pasar juga akan mendapat tambahan kapasitas lapak dan penataan zonasi pedagang.
- Penyelesaian proyek dilakukan bertahap, mulai Juli hingga Desember 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk merevitalisasi 16 pasar tradisional sepanjang 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur pasar sekaligus menghadirkan fasilitas yang lebih modern, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian, mengatakan revitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan di masing-masing lokasi.
Sebanyak 16 pasar yang masuk dalam program revitalisasi meliputi Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Wonokromo, Pasar Karah, Pasar Kedungsari, Pasar Genteng, Pasar Babaan Baru, Pasar Kapasan, Pasar Pucang Anom, Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, Pasar Pakis, dan Pasar Krembangan.
“Sebagian masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender; sehingga seluruh pekerjaan berjalan bertahap sesuai jadwal pelaksanaan masing-masing,” ujar Iman, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga penambahan berbagai fasilitas pendukung, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), grease trap, sentra pemotongan unggas, serta peningkatan infrastruktur pelayanan pasar lainnya.
Selain itu, sejumlah pasar seperti Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung juga akan memperoleh tambahan kapasitas lapak untuk mengakomodasi lebih banyak pedagang.
“Pekerjaan juga mencakup peningkatan kualitas sanitasi, drainase, utilitas, hingga penyediaan fasilitas pendukung agar pasar menjadi lebih bersih, aman, dan nyaman,” paparnya.
Pemkot Surabaya juga menyiapkan penataan zonasi pedagang sebagai bagian dari upaya mengurangi keberadaan pasar tumpah yang selama ini kerap memicu kemacetan lalu lintas.
Di sisi lain, pemerintah kota ingin meningkatkan standar pasar rakyat agar lebih modern sehingga mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat perdagangan masyarakat.
“Standar pasar rakyat yang lebih modern ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional sekaligus memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat,” ucapnya.
Penyelesaian revitalisasi dilakukan secara bertahap. Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Babaan Baru, dan Pasar Karah ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Selanjutnya, Pasar Kedungsari, Pasar Kapasan, Pasar Gresik PPI, Pasar Gubeng Masjid, dan Pasar Kembang dijadwalkan rampung pada Agustus 2026.
Kemudian Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang Anom ditargetkan selesai pada September 2026, sedangkan Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pakis dijadwalkan tuntas pada Desember 2026.
Sementara itu, untuk Pasar Tembok Dukuh, sebagian besar pekerjaan utama telah selesai dan saat ini tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir. [rma/beq]






