Sumenep (beritajatim.com) – Provinsi Jawa Timur selama ini memberikan kontribusi besar atas kebutuhan pangan nasional, baik berupa beras, jagung, kedelai, dan termasuk daging sapi. Khusus untuk sapi, Jatim memiliki populasi paling besar dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Tengok saja pada data yang tersedia. Pada 2021, populasi sapi di Jatim mencapai 4.928.987 ekor. Sedangkan pada 2022 mencapai 5.070.240 ekor.
Sementara di Jatim sendiri, Kabupaten Sumenep memiliki populasi sapi potong paling tinggi. Pada 2023, tercatat populasi sapi potong di Sumenep sebanyak 383.577 ekor. Sedangkan pada 2024, tercatat sebanyak 270.139 ekor.
Dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, ada tiga kecamatan yang tercatat memiliki populasi sapi tertinggi. Ketiganya yakni Kecamatan Batuputih, Nonggunong, dan Gayam. Dua kecamatan terakhir berada di Pulau Sepudi.
Pulau Sepudi selama ini dikenal sebagai kandangnya sapi potong sejak puluhan tahun lalu. Sapi Pulau Sepudi, dikenal sebagai sapi Madura berkualitas super. Bibit sapi di pulau ini tidak pernah diragukan kualitasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, populasi sapi potong di Pulau Sepudi pada 2023 sebanyak 37.732 ekor, dan pada 2024 sebanyak 26.839 ekor. Sementara untuk Kecamatan Batuputih, populasi sapi potong pada 2023 tercatat sebanyak 29.171 ekor, dan 2024 sebanyak 27.264 ekor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Zulfa mengatakan, pihaknya terus berusaha menjaga populasi sapi Madura.
Ada beberapa langkah yang dilakukan. Di antaranya dengan melaksanakan program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. Selain itu, juga melakukan penanganan penyakit gangguan reproduksi, pengendalian penyakit hewan menular, dan pengembangan wilayah sumber bibit (wilsumbit).
“Petugas kami secara rutin melakukan pengecekan sapi potong milik warga, untuk memastikan sapinya tidak mengalami gangguan reproduksi. Kalau ada gangguan reproduksi, sapi bisa kesulitan bunting,” katanya, Selasa (12/11/2024).
Selain itu, lanjut Zulfa, untuk meningkatkan populasi sapi potong, pihaknya juga melakukan kegiatan pengembangan wilayah sumber bibit (wilsumbit). Ada 4 kecamatan yang menjadi tempat pelaksanaan wilsumbit, yakni Kecamatan Guluk-guluk, Ganding, Lenteng dan pasongsongan atau disingkat menjadi ‘Lu ganteng pa’.
“Dengan Wilsumbit, kami berharap dapat meningkatkan populasi sapi potong, terutama sapi madura dengan kualitas bibit yang baik. Tentunya harus sejalan juga dengan pelaksanaan pengendalian dan penanganan penyakit yang lebih intensif untuk menjaga kesehatan ternak,” paparnya.
Sementara untuk tingkat produksi daging sapi di Jawa Timur juga tertinggi nasional dibanding provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Pada tahun 2021, tingkat produksi daging sapi di Jatim sebesar 108,284 ribu ton, tahun 2022 dengan 110,991 ribu ton, dan tahun 2023 dengan 102,711 ribu ton.
“Kalau untuk Sumenep,.produksi daging sapi potong pada 2024 hingga September tercatat 135.822. Jumlah itu hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat Sumenep,” terang Zulfa. [tem/beq]






