Gaza (beritajatim.com) – Dunia sepak bola berduka. Tetapi, bukan disebabkan penyakit atau kecelakaan. Melainkan pembunuhan. Itu menimpa Suleiman Obeid, mantan striker timnas Palestina. Pria 41 tahun itu meregang nyawa akibat serangan Israel.
Dilansir Al Jazeera, peristiwa nahas itu terjadi dua hari lalu. Kala itu, bersama istri dan lima anaknya, Obeid tengah menanti bantuan kemanusiaan di Gaza selatan.
Di tengah suasana kalut, pasukan Israel menyerang. Aksi yang bukan sekadar menewaskan Obeid. Melainkan juga puluhan rakyat lainnya.
“Selama kariernya yang panjang, Obeid mencetak lebih dari 100 gol. Menjadikannya salah satu bintang paling cemerlang dalam sepak bola Palestina,” bunyi pernyataan resmi PFA (federasi sepak bola Palestina).
Obeid memulai karier sepak bolanya bersama Khadamat al-Shatea pada 2007. Dua tahu berselang, dia hijrah ke Markaz Shabab al-Am’ari di Tepi Barat.
Tak lama setelah memulai karier profesionalnya, Obeid mendapat panggilan timnas Palestina. Total, dia mengemas 19 caps dan 2 gol. Golnya yang paling diingat adalah via tendangan gunting ke gawang Yaman di WAAF Championship atau kejuaraan Asia Barat
Bakatnya di lapangan membuat Obeid dijuluki mendapat julukan “Pelé Palestina”. Julukan yang merujuk pada mendiang mantan pemain legendaris Brasil pemenang tiga kali Piala Dunia.
Kematian Obeid memperpanjang atlet yang jadi korban di Gaza. Hingga hari ini, dilaporkan ada 662 atlet tewas. 421 di antaranya adalah pesepak bola dengan 103 di antaranya adalah anak-anak.
Selain itu, ada 288 fasilitas olahraga rusak atau hancur lebur di Gaza dan Tepi Barat. Mulai dari stadion, lapangan, pusat kebugaran, hingga gedung olahraga. Rinciannya, 268 fasilitas ada di Gaza. Sedangkan 20 sisanya berada di Tepi Barat, dengan sekitar setengahnya langsung melayani sepak bola. Di antara lokasi yang terkena serangan adalah kantor pusat PFA di Gaza. (dio)






