Ringkasan Berita:
- Suhu udara di Blitar turun hingga 18 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
- Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat mewaspadai peningkatan risiko flu dan infeksi saluran pernapasan.
- Kepala Dinkes Christine Indrawati membagikan delapan langkah menjaga daya tahan tubuh selama cuaca dingin.
- Masyarakat diminta tetap menerapkan pola hidup sehat agar aktivitas tidak terganggu penyakit musiman.
Blitar (beritajatim.com) – Suhu udara di wilayah Blitar terasa lebih dingin dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, suhu udara dilaporkan turun hingga mencapai 18 derajat Celsius, membuat hawa dingin semakin terasa terutama pada malam hingga pagi hari.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena cuaca dingin tidak hanya memengaruhi kenyamanan beraktivitas, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama flu dan infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawati, mengatakan suhu udara yang rendah dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga masyarakat lebih mudah terserang penyakit.
“Dalam kondisi suhu udara yang dingin seperti saat ini, masyarakat akan sangat mudah diterpa penyakit, terutama flu dan infeksi saluran pernapasan,” ungkap Christine.
Menurutnya, paparan udara dingin membuat sistem pertahanan alami saluran pernapasan menjadi lebih lemah. Di sisi lain, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal sehingga membutuhkan asupan nutrisi dan pola hidup sehat agar sistem imun tetap optimal.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar membagikan delapan langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh selama cuaca dingin.
1. Tetap aktif bergerak
Meski suhu udara terasa dingin, masyarakat dianjurkan tidak bermalas-malasan. Aktivitas fisik yang cukup membantu menjaga metabolisme tubuh tetap bekerja dengan baik.
2. Rutin berolahraga
Olahraga ringan hingga sedang secara rutin mampu melancarkan sirkulasi darah sekaligus membantu tubuh menghasilkan panas secara alami sehingga tidak mudah kedinginan.
3. Konsumsi makanan bergizi
Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, mineral, serta sayur dan buah agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat menghadapi perubahan cuaca.
4. Minum air putih minimal dua liter per hari
Cuaca dingin sering membuat rasa haus berkurang. Padahal, tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup agar fungsi organ dan sistem imun berjalan optimal.
5. Tidur dan istirahat 6–8 jam
Istirahat yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki sel-sel dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
6. Kelola stres
Kondisi psikologis yang tertekan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, masyarakat disarankan meluangkan waktu untuk relaksasi dan menjaga pikiran tetap positif.
7. Konsumsi suplemen bila diperlukan
Mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan diperbolehkan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas padat atau lebih sering bekerja di luar ruangan.
8. Jaga tubuh tetap hangat
Gunakan pakaian tebal atau jaket saat beraktivitas di luar rumah. Saat malam hari, gunakan selimut agar suhu tubuh tetap stabil selama beristirahat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar berharap masyarakat disiplin menerapkan delapan langkah tersebut selama suhu udara dingin masih berlangsung. Selain menjaga pola hidup sehat, warga juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu, batuk, demam, atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik.
Dengan daya tahan tubuh yang tetap terjaga, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara produktif meski suhu udara di Blitar sedang mengalami penurunan signifikan selama puncak musim kemarau. [owi/beq]






