Surabaya (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersiap menyambut peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 yang jatuh pada 23 Juli mendatang dengan semangat pembaruan. Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting bagi partai besutan Muhaimin Iskandar tersebut untuk kembali menegaskan komitmennya dalam membela kepentingan rakyat kecil di tengah tantangan zaman.
“Selamat datang, Juli! Bulan istimewa bagi Partai Kebangkitan Bangsa yang memasuki usia ke-28 tahun,” ujar Anggota Fraksi PKB DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, Kamis (2/7/2026).
Ais menambahkan, pada perayaan tahun ini, PKB secara khusus mengusung tema besar bertajuk ‘Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi’ sebagai landasan pijakan politik ke depan. Menurut Ais, gagasan tersebut sangat relevan dengan kondisi perekonomian nasional saat ini yang membutuhkan kebijakan strategis guna mengatasi ketimpangan dan mewujudkan pemerataan.
“Dengan mengusung tema Arah Baru, Amanat Ekonomi Konstitusi, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, serta ekonomi yang berlandaskan amanat UUD 1945,” jelas Ais.
Kiprah politik partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang ini memang telah teruji melewati berbagai dinamika kebangsaan selama hampir tiga dekade. Oleh karena itu, para kader dan wakil rakyat di tingkat daerah terus didorong untuk selalu peka menjaga kedekatan dengan masyarakat akar rumput.
[irp posts=”1524046″ ]
“28 Tahun PKB mengabdi untuk rakyat, membela yang lemah, dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa,” tegas legislator muda Kota Pahlawan tersebut.
Menjelang puncak peringatan pada 23 Juli nanti, seluruh mesin partai dari tingkat pusat hingga cabang mulai memanaskan mesin politik melalui penguatan program-program kerakyatan. Harapan besar ditumpukan agar institusi politik ini tidak hanya menjadi sarana elektoral, melainkan wadah terbuka yang progresif dan tanggap terhadap aspirasi generasi mendatang.
“Semoga PKB terus menjadi rumah perjuangan yang adaptif, inklusif, dan senantiasa mengabdi demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.[asg]






