Surabaya (beritajatim.com) – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti aula SMP Negeri 1 Surabaya atau Spensabaya, saat sekolah tertua dan terbaik di Surabaya itu secara resmi menggelar acara kelulusan dan pelepasan siswa-siswi kelas IX pada Senin, 2 Juni 2025. Tahun ini, Spensabaya mencatatkan kelulusan 100 persen bagi seluruh siswanya.
Acara kelulusan berlangsung khidmat dan semarak, dihadiri oleh seluruh orang tua/wali murid. Rangkaian acara dibuka dengan penampilan Tari Remo, dilanjutkan dengan persembahan seni dari siswa kelas 7 dan 8 sebagai bentuk apresiasi kepada para kakak kelas yang lulus.
Penampilan memukau datang dari One Voice Spensabaya dan Spensabaya Lite Orchestra, dua kelompok seni andalan sekolah yang telah mengharumkan nama Spensabaya di tingkat nasional dan internasional.
“Anak-anakku, terus semangat melangkah maju ke depan. Jangan pernah ragu, Insya Allah kesuksesan bisa kalian raih dengan kerja keras dan tentu saja doa orang tua,” pesan Kepala SMPN 1 Surabaya, Eko Widayani ditulis, Jumat (6/6/2025).
Dia juga menambahkan harapannya agar para lulusan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sekolah dalam perjalanan mereka ke jenjang berikutnya.
“Selamat melangkah maju anakku, bawalah nama almamater kita, SPENSABAYA dengan kebanggaan di dada. Baktikan dirimu pada nusa dan bangsa dengan ilmu dan karakter baik yang telah disemaikan Bapak dan Ibu guru pada ladang jiwa muda yang penuh semangat,” lanjut Eko.
Ketua Komite Sekolah, Siska Citra Amalia, juga turut menyampaikan rasa bangga dan doa terbaik bagi para siswa.
“Selamat bagi lulusan Spensabaya 2025, semoga makin berprestasi di jenjang SMA dan mengharumkan nama almamater,” ucap Siska.
Momen berkesan terjadi saat perwakilan siswa, Rakha Zaki Trinaldy, memimpin pembacaan enam janji alumni Spensabaya. Dalam janji tersebut, para siswa berkomitmen menjaga nama baik sekolah, rajin belajar, serta menjunjung nilai-nilai kebaikan dan kebangsaan.
Suasana menjadi lebih emosional ketika dua siswa, Alessandro Messi Aditya Pratama dan Keiko Budhianto, membacakan kesan dan pesan mewakili seluruh lulusan. Dengan gaya khas remaja, mereka menyampaikan permohonan maaf dan ungkapan terima kasih yang tulus kepada para guru.
“Maafkan kami yang kadang lebih hafal joget TikTok daripada rumus-rumus IPA dan Matematika. Maafkan kami yang lebih rajin bikin konten Instagram daripada bikin PR dan menghafal pelajaran. Bapak Ibu guru, bukan hanya mengajarkan rumus dan teori, tapi juga mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang lebih baik,” ungkap Alessandro disambut tawa haru dari seluruh hadirin.
Orang tua murid pun turut larut dalam suasana. Herlina Harsono Njoto, salah satu wali murid, memberikan apresiasi atas dedikasi para guru.
“Spensabaya bukan hanya menjadi sekolah, tapi juga rumah kedua bagi anak-anak kami. Bapak dan Ibu bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing, pelindung, dan teladan bagi anak-anak kami. Setiap nasihat, setiap pelajaran, dan bahkan setiap teguran, adalah bentuk cinta yang tak ternilai,” ujar Herlina dengan mata berkaca-kaca.
Acara ditutup dengan pelepasan topi siswa secara simbolis yang menandai kelulusan mereka sebagai alumni Spensabaya. [asg/but]






