Beberapa orang bilang, tanpa kehadiran pemerintah kabupaten pun, ekonomi Sidoarjo bakal terus berkembang. Pandangan itu terkait dengan status Sidoarjo sebagai penyangga Kota Surabaya. Artinya, ekonomi Sidoarjo berkembang berkat kemajuan ekonomi Surabaya.
Sebuah pandangan yang bukannya tanpa bukti. Banyak pekerja di Surabaya yang memilih tinggal di Sidoarjo sebab mahalnya lahan di Surabaya. Pengaruh positifnya, sektor perumahan di Sidoarjo berkembang pesat. Sulitnya mendirikan pabrik di Surabaya juga menguntungkan Sidoarjo. Sebab pengusaha lantas memilih mendirikan pabrik di Sidoarjo agar akses ke Surabaya tetap dekat.
Meski kesejahteraan ekonomi Sidoarjo bisa berkembang tanpa kehadiran pemerintah kabupaten tentu bukan berarti pemerintah kabupaten cukup berpangku-tangan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, sesuai dengan tupoksinya, bisa mendorong pemajuan kesejahteraan ekonomi secara lebih menyeluruh.
Salah satu aspek yang selama ini belum dimaksimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo adalah bidang seni budaya.
Sepertinya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum memahami pentingnya seni budaya dalam konteks pemajuan kesejahteraan ekonomi. Hal itu terlihat dengan tidak adanya kebijakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terkait dengan pemajuan seni budaya. Jika tidak percaya, silakan cek dalam 1 tahun terakhir.
Berapa puluh kali Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan seni budaya? Berapa infrastruktur seni budaya yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo? Berapa kali Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengundang atau mendatangi seniman dan budayawan untuk dimintai pandangannya tentang pemajuan seni budaya?
Sebenarnya mengembangkan seni budaya di Sidoarjo itu mudah. Stragetinya cukup dengan memerbanyak kegiatan. Entah itu dalam bentuk festival sastra, pameran seni rupa, sarasehan, pertunjukan musik, pertunjukan tari, teater, maupun beragam pertunjukan seni tradisi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu hadir, mendorong, dan memfasilitasi segala macam kegiatan seni budaya tersebut. Baik kegiatan skala komunitas, skala kecamatan, skala kabupaten, skala provinsi, skala nasional, skala internasional.
Ketika kegiatan seni budaya berlangsung, seniman dan budayawan menemukan ruang untuk bereksplorasi. Banyaknya kegiatan membuat ruang eksplorasi semakin luas. Karya-karya baru tercipta. Karya-karya lama kian matang atau mungkin mendapatkan wujud yang baru (baca: kontemporer).
Tetapi tentu ini bukan soal pemajuan seni budaya semata. Dalam kegiatan seni budaya, di situ roda ekonomi berputar. Seniman atau budayawan mendapatkan honor, persewaan sound system jalan, usaha penjual makan minum, sewa pelengkapan semacam meja kursi jalan, usaha parkiran jalan, bisnis percetakan spanduk jalan, usaha rental mobil jalan, dan masih banyak lagi.
Dan itu baru kegiatan seni budaya skala kecil. Coba misalkan kegiatan seni budaya skala nasional atau internasional. Mobilitas perekonomian berputar kian kencang. Memacu jalannya sektor transportasi, hotel, marketing, devisa.
Kegiatan seni budaya dapat pula dipakai mendongkrak sektor wisata. Sidoarjo memiliki beberapa candi. Misalnya candi Pari, candi Sumur, candi Dermo, candi Tawangalun. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo perlu mendorong agar pada setiap candi tersebut digelar kegiatan seni budaya setidaknya 3 bulan sekali.
Kegiatan seni budaya bakal menarik datangnya wisatawan. Apalagi bila kegiatan berskala nasional dan internasional.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ribut-wijoto”]
Dan lagi-lagi, datangnya wisatawan memacu pertumbuhan ekonomi. Warga sekitar candi bisa mendapatkan job beragam jasa pelayanan, warga sekitar bisa berjualan makanan minuman atau pernik-pernik cinderamata, berjualan oleh-oleh, jasa parkir. Warga bisa membuka usaha penginapan model home stay. Dengan ramainya kunjungan, mau tidak mau, lokasi candi kian terawat dan bersih. Termasuk pula menyediakan pelayanan MCK (mandi, cuci, kakus) untuk pengunjung.
Banyaknya kegiatan seni budaya sebenarnya juga dibutuhkan untuk memajukan sektor kerajinan dan usaha mikro kecil menengah. Sebab kegiatan seni budaya merupakan ruang sangat potensial untuk mengenalkan dan menjual produk kerajinan atau produk usaha mikro kecil menengah.
Begitulah, pertumbuhan kesejahteraan ekonomi Sidoarjo bisa dengan strategi khusus. Salah satunya dengan cara membuat sebanyak-banyaknya kegiatan seni budaya. [but]






