Yogyakarta (beritajatim.com)- Stunting atau kekerdilan akibat pola kurang sehat selama masa kehamilan lambat laun mulai berangsur mengalami penurunan terkait angka kasus.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membocorkan rahasia penurunan kasus angka stunting yang terjadi. Berikut bocoran rahasianya!
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyatakan rahasia penanganan stunting ada di Tim Pendamping Keluarga (TPK). TPK imbuhnya memiliki peran pentign dalam upaya penurunan angka stunting di masyarakat. Pasalnya, tim ini bisa memberikan pengaruh terhadap pola perilaku dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Dia menjelaskan ada tiga rahasia untuk mewujudkan perilaku Masyarakat yang berkualitas sehingga stunting bisa ditanggulangi. Rahasia pertama berkaitan dengan konsumsi, Masyarakat harus membiasakan diri makan makanan yang bergizi dan sehat.
Hasto tidak menampik masih ada Sebagian kalangan yang makan secara sembarangan seperti nasi bersama dengan mie dan lainnya. Hal ini menjadi tugas dari TPK untuk memberikan pengertian pentingnya makanan bergizi seperti nasi dengan lauk telur atau ikan lengkap sayuran.
“Untuk pencegahan stunting efektif dengan telur dan lauk dengan kandungan protein tinggi. Tidak harus daging sapi tetapi bisa ikan lele yang lebih murah namun kebaikannya lebih tinggi untuk penanganan stunting,” jelasnya saat menghadiri Sinergi Penguatan Tenaga Lapangan untuk Menyukseskan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di DIY
Adapun rahasia kedua yakni kaitan Kesehatan reproduksi. Ia tidak menampik, TPK sudah paham berkaitan dengan masalah reproduksi seperti menikah jangan terlalu muda, memberikan jarak kelahiran yang tidak terlalu dekat.
“Bagaimana pendampingan pada calon pengantin, pendampingan selama masa kehamilan dan sebagainya.
Rahasia terakhir yakni masalah lingkungan. Menurut Hasto, sanitasi lingkungan yang baik akan akan berpengaruh terhadap Kesehatan sehingga harus terus disosialisasikan dan dilengkapi yang ada dalam keluarga.
“Misalnya jamban sehat ini harus ada dalam keluarga. Sebab, kalau sanitasi atau kebersihan lingkungan tidak terjaga dengan baik, maka akan berpengaruh terhadap Kesehatan anak,” katanya.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohammad Iqbal Apriansyah menambahkan untuk DIY pada 2023 cakupan Laporan Pelayanan KB sudah mencapai 98,44%. Capaian Peserta KB Baru sebesar
24,60 % dari target dan untuk capaian Pemakaian Kontrasepsi Modern (mCPR) sebesar
65,43 % dari target 58,20%. Selain itu persentase Unmetneed : 13,02 % dari target
15,20%.
Ia menuturkan untuk laporan kelompok kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita) sudah mencapai 97,78%, BKR (Bina Keluarga Remaja) 98,74%, BKL (Bina Keluarga Lansia ) 98,86%, UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor) sebanyak 99,67%, PPKS sebanyak 100%, Balai Penyuluh 100% dan PPKBD 97,03%.
Sementara laporan Jumlah Keluarga Berisiko Stunting Berdasarkan Kab/Kota DIY Tahun 2023 berdasarkan SSGI dan SKI secara keseluruhan naik 2% dari 16.4% menjadi 18.4%. Di kabupaten Sleman dan Gunung kidul mengalami penurunan sedangkan di Kulon Progo, Bantul dan Kota Yogyakarta mengalami kenaikan. Sedangkan target prevalensi stunting di Tahun 2023 – 2024 DIY adalah 12.69% di Tahun 2023 dan 10.16% di Tahun 2024. [aje]






