Gresik (beritajatim.com)- Rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) Gresik di Kelurahan Lumpur terus berlanjut. Pihak PT Gresik Migas selaku pengelolah mulai melakukan pengukuran lahan yang sudah disepakati untuk pendirian SPBUN.
Sebelumnya, rencana pembangunan SPBUN ini atas keluhan para nelayan Lumpur. Keluhan itu langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Gresik April 2022 lalu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”SPBUN”]
Untuk mendukung hal itu pendataan seperti jumlah kebutuhan untuk mengusulkan jumlah kuota, titik SPBUN hingga jumlah nelayan pun juga sudah dilakukan. Saat ini tinggal beberapa proses saja sebelum pembangunan itu dilakukan.
“Kami sudah melakukan pengukuran lahan untuk finalisasi dari yang sudah disepakati oleh para pihak terkait,” ujar Dirut PT Gresik Migas Habibullah, Kamis (20/10/2022).
Masih menurut Habibullah, terkait dengan itu pihaknya sudah mengajukan persyaratan yang belum keluar. Seperti pengajuan persyaratan ke PT Pertamina terkait pembangunan SPBUN tersebut. “Semuanya itu tinggal menunggu izin prinsipnya keluar,” paparnya.
Saat ditanya persyaratan lain. Dikatakan Habibullah, semuanya sudah siap. Seperti rekomendasi dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang sudah keluar.
“Tinggal hanya persiapan teknis sebelum izin prinsip pembangunan dikeluarkan oleh Pertamina,” tandasnya. (dny/kun)






