Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan bingkisan takjil dibagikan oleh Kader Perempuan yang tergabung dalam Komunitas Juang Sarinah di Jalan Ir. Soekarno, Surabaya, pada Jumat (14/3/2025) sore.
Aksi sosial ini merupakan bagian dari program rutin PDIP Surabaya selama bulan Ramadhan, dengan mengusung tema ketahanan pangan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi yang lebih beragam.
Tema yang diangkat pada minggu kedua Ramadhan ini adalah Mewujudkan Ketahanan Pangan, dengan menekankan peran perempuan sebagai pilar keluarga dalam menjaga keberlanjutan konsumsi pangan. Dengan pemanfaatan sumber daya yang ada, diharapkan setiap rumah tangga dapat mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dan beragam.
Bendahara PAC PDIP Sukolilo, Yanti, menekankan bahwa ketahanan pangan dapat dicapai dengan membiasakan pola makan yang tidak hanya bergantung pada beras.
Menurutnya, edukasi tentang konsumsi makanan pendamping beras harus terus dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi berbagai tantangan pangan di masa depan.
“Memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman pendamping beras seperti umbi-umbian, selain dapat mengurangi ketergantungan pada beras, juga membantu mencegah penyebaran diabetes di kalangan anak-anak,” ujar Yanti.
Sementara itu, Mardiana Effendy dari PAC PDIP Sawahan menyebutkan bahwa pembagian takjil yang disertai dengan kampanye simpatik ini merupakan wujud nyata dari gerakan kesadaran kader perempuan PDIP.
Gerakan ini, menurutnya, bertujuan untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan memastikan perempuan memiliki peran aktif dalam pembangunan sosial.
“Terima kasih atas dukungan Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono, jajaran anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Surabaya, dan pengurus perempuan di berbagai tingkatan,” kata Mardiana Effendy.
Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, menambahkan bahwa pada hari ini, sebanyak 500 bingkisan takjil telah dibagikan kepada masyarakat. Sasaran utama penerima takjil ini adalah para pengemudi ojek online, ibu rumah tangga, hingga sopir angkutan barang yang masih beraktivitas di sore hari menjelang berbuka puasa.
“PDIP Surabaya selalu membersamai rakyat di setiap waktu, sesuai dengan ajaran Bung Karno dan Ibu Megawati Soekarnoputri,” imbuhnya.
Dengan adanya aksi sosial ini, PDIP Surabaya berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya ketahanan pangan dan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat serta berkelanjutan dalam pola konsumsi sehari-hari.[asg/ted]






