Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya memperkuat dan memberdayakan talenta-talenta di sektor ekonomi kreatif, Bank Saqu, layanan perbankan dari Astra Financial dan WeLab, bersama dengan Ideafriends (bagian dari Samara Group), secara resmi memulai rangkaian roadshow program pelatihan dan mentoring Solopreneur Academy 2025 di Surabaya hari ini. Kota Pahlawan ini dipilih sebagai titik awal strategis untuk menumbuhkan dan membekali para Content Creator yang sekaligus berperan sebagai solopreneur atau pelaku usaha mandiri, dengan pengetahuan dan jaringan yang esensial untuk membangun bisnis kreatif yang otentik dan berdampak.
Program ini dirancang untuk menjadi wadah inspiratif dan reflektif, mempertemukan para Content Creator dengan praktisi industri, local heroes, serta alumni program Solopreneur Academy 2024. Diskusi yang terjalin tidak hanya mendorong kreasi karya, tetapi juga pembangunan ekosistem usaha mandiri yang berbasis ide, komunitas, dan narasi personal.
Inisiatif ini sejalan dengan peran strategis sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Saat ini, sektor ini menyumbang sekitar 8,14% tenaga kerja nasional, dengan mayoritas pelaku usaha di bawah usia 40 tahun. Secara khusus, Jawa Timur menempati posisi kedua sebagai kontributor terbesar industri kreatif nasional dengan 20,85% pelaku kreatif berkemampuan tinggi. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menargetkan kontribusi sektor ekraf mencapai 8,37% dari PDB nasional dalam lima tahun ke depan, berpotensi menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Willy Apriando, Head of Marketing & Branding Bank Saqu, menyampaikan, setelah sukses menjangkau hampir 300 peserta tahun 2024 lalu di Jakarta, Solopreneur Academy 2025 kembali hadir dengan cakupan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih relevan.
“Kami melihat banyak Content Creator yang sebenarnya juga solopreneur, tapi belum punya akses cukup ke pelatihan dan pembiayaan. Inilah yang ingin dijawab oleh Bank Saqu lewat Solopreneur Academy. Lewat program ini, kami ingin hadir bukan hanya sebagai bank, tapi sebagai mitra yang betul-betul memahami dan mendampingi perjalanan para pelaku usaha kreatif,” jelasnya.
Roadshow pertama tahun ini menghadirkan sejumlah nama terkemuka dalam dunia kreatif dan kewirausahaan. Aulion, seorang Content Creator terkenal dengan konten video stop motion dan kreator musikal dangdut yang memiliki 649 ribu pengikut di Instagram, menjadi mentor dari kategori Content Creator di Solopreneur Academy 2025. Ia berbagi pengalaman dan menekankan pentingnya kualitas personal seorang solopreneur untuk bertahan di industri kreatif.
“Di tengah kecepatan tren, menjaga keaslian karya dan nilai personal menjadi kunci. Penting bagi seorang solopreneur untuk terus belajar, beradaptasi, namun tetap autentik,” ujar Aulion, yang juga berbagi kiat dalam mengatasi creative block dan menjaga kesehatan mental.
Turut hadir adalah Steven Yoshi, pemilik Scents of Pluto, alumni Solopreneur Academy 2024 yang sukses mengembangkan merek parfum dari berjualan daring hingga kini memiliki toko fisik. Steven membagikan pengalaman dan strateginya dalam menjaga konsistensi serta mengembangkan merek secara mandiri pasca program.
“Solopreneur Academy memberikan kekuatan utama yang berdampak nyata bagi bisnis saya. Dari program ini, saya memahami peran krusial storytelling dan konten dalam membangun brand, serta bagaimana mensinergikan dunia konten dan bisnis kreatif secara efektif,” papar Steven.
Sementara itu, Zoai Zohar M, Content Creator & Entrepreneur asli Surabaya, menyoroti potensi industri kreatif di kotanya.
“Surabaya memiliki talenta dan komunitas yang luar biasa. Tantangan utama seringkali terletak pada bagaimana mengubah ide kreatif menjadi bisnis yang profesional dan berkelanjutan. Solopreneur Academy ini menjadi jembatan yang sangat dibutuhkan,” kata Zoai, yang juga membagikan tips cepat dan efisien dalam membuat konten yang engaging di platform seperti CapCut.
Solopreneur Academy 2025 dirancang untuk membantu para solopreneur agar lebih siap menghadapi tantangan industri, membangun bisnis yang otentik, berkelanjutan, dan berdampak. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan skill teknis, tetapi juga pada aspek manajemen bisnis, literasi keuangan, strategi personal branding, hingga pengembangan jaringan networking.
Setelah mendapatkan pelatihan dan mentoring, peserta Solopreneur Academy 2025 akan mempresentasikan strategi bisnis mereka di hadapan para juri pada September 2025. Pemenang terpilih akan mendapatkan hadiah berupa modal usaha serta dukungan promosi dan pemasaran dari Bank Saqu.
Selain Solopreneur Academy, Bank Saqu juga memiliki berbagai produk yang dirancang untuk mendukung kebutuhan para solopreneur dalam memudahkan perjalanan finansial mereka, seperti Tabungmatic, Busposito, Undang Teman, dan Saku Kredit.
“Bank Saqu hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan finansial, tetapi juga sebagai katalisator bagi lahirnya lebih banyak solopreneur tangguh dan inovatif, yang mampu memanfaatkan potensi ekonomi digital dan memajukan industri kreatif Indonesia. Melalui program ini, kami ingin terus #BerjuangBersama mereka dalam setiap langkah pertumbuhan,” tutup Willy.
Bank Saqu terus berkomitmen mengembangkan solopreneur di Indonesia melalui program yang berkelanjutan, sesuai dengan misi Bank Saqu Majukan Bangsaku. Di tengah industri kreatif yang terus bergerak cepat, Bank Saqu percaya Solopreneur Academy 2025 menjadi ruang bagi solopreneur untuk belajar, berjejaring, memperkuat daya tahan, dan melangkah lebih berani menuju masa depan. Untuk informasi lengkap dan pendaftaran, silakan kunjungi [https://bit.ly/SolopreneurAcademy2025](https://bit.ly/SolopreneurAcademy2025).[rea]






