Pasuruan (beritajatim.com) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Pasuruan mulai memasuki tahapan krusial dalam merumuskan keputusan akhir terkait sengketa pembangunan perumahan mewah di wilayah Prigen. Pertemuan terbaru yang digelar para legislator ini difokuskan pada penyelarasan draf pra-rekomendasi guna memastikan perlindungan lingkungan tetap menjadi prioritas utama.
Langkah ini diambil untuk mengakomodasi berbagai masukan dari masyarakat yang merasa khawatir akan dampak ekologis di kawasan resapan air tersebut. Dewan ingin memastikan bahwa hasil kajian selama berbulan-bulan ini mampu memberikan rasa aman bagi warga dari potensi ancaman bencana alam di masa depan.
Ketua Pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto, menegaskan bahwa draf awal yang disusun telah mencakup berbagai catatan penting terkait aspek teknis dan legalitas. “Hari ini rapat untuk persiapan pemberian rekomendasi awal dan kami sudah berkomitmen memberikan perlindungan terhadap masyarakat agar aman dan nyaman,” ujarnya, Rabu (1/4).
Penyempurnaan redaksi dalam draf tersebut terus dikebut mengingat masa kerja Pansus yang akan segera berakhir dalam hitungan minggu. Anggota dewan tengah berupaya merapikan setiap klausul agar memiliki landasan hukum yang kuat saat diserahkan kepada pihak eksekutif maupun instansi sektoral lainnya.
Selain ditujukan kepada Bupati, rekomendasi ini nantinya juga akan ditembuskan hingga ke tingkat kementerian untuk mendapatkan atensi lebih luas. Hal ini dilakukan agar otoritas lingkungan di tingkat pusat dapat meninjau ulang izin-izin yang mungkin bersinggungan dengan zona konservasi di pegunungan.
Sugiyanto menambahkan bahwa hasil akhir dari kerja keras para legislator ini direncanakan akan diumumkan pada momen yang sangat simbolis bagi lingkungan hidup. “Kemungkinan nanti akan diparipurnakan pada tanggal 22 April nanti, sekaligus memperingati Hari Bumi,” jelasnya mengenai jadwal pengesahan rekomendasi tersebut.
Sementara itu, internal Pansus melaporkan bahwa tidak ada perbedaan pandangan di antara anggota dewan mengenai arah kebijakan yang akan diambil. Semua fraksi yang terlibat diklaim telah sepakat untuk menjaga marwah institusi dengan mengeluarkan keputusan yang berpihak pada keberlanjutan alam Pasuruan.
Anggota Pansus, Wasik, menyebutkan bahwa proses evaluasi yang berjalan selama hampir enam bulan ini sudah mendekati titik kesimpulan final. “Pertemuan hari ini persiapan untuk pra-rekomendasi tinggal penyempurnaan redaksional saja dan beberapa hari ini akan dilakukan finalisasi,” tuturnya. (ada/but)






