Banyuwangi (beritajatim.com) – Komisi I DPRD Kabupaten Jembrana, Bali melakukan studi banding ke Kabupaten Banyuwangi. Para anggota dewan tersebut menuju ke kantor KONI Banyuwangi sebagai tempat belajar.
Alasannya, mereka ingin mengetahui langsung mengenai sistem pembagian anggaran yang diterapkan oleh KONI Banyuwangi. Mereka juga mencari tahu mengenai bagaimana mekanisme administrasi pembagian anggaran tersebut kepada seluruh cabang olahraga (cabor).
Bahkan wakil rakyat asal kabupaten seberang tersebut juga tak segan mengapresiasi prestasi yang ditorehkan KONI Banyuwangi.
“Ternyata dengan anggaran KONI Banyuwangi yang minim pun, tetapi prestasi Banyuwangi bisa masuk dalam 10 besar di tingkat provinsi,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Jembrana Ketut Sadwi Darmawan, Sabtu (24/6/2023).
Baca Juga: Ujian Mandiri Bersama Polinema Diminati 2.308 Camaba
Dalam pertemuan dengan KONI Banyuwangi, DPRD Jembrana banyak mendapat paparan mengenai berbagai hal. Hasilnya, membuat mereka mendapat tambahan ilmu dan pengalaman yang bisa diserap.
“Itu yang membuat kami mau belajar dan kami ingin adopsi sistem pembagian anggaran tersebut,” katanya.
Pihaknya juga mengakui jika anggaran besar belum tentu menunjang prestasi. Dengan catatan, jika sistem pembagian anggarannya kurang baik.
“KONI mengajukan proposal anggaran ke kami itu Rp 8 Milyar, tapi karena kami ingin anak-anak mendapat pembinaan dan prestasi yang baik, sehingga dengan kerendahan hati kami menambah anggaran itu Rp 2,6 Milyar. Jadi total anggaran Rp 10,6 Milyar,” jelasnya.
Baca Juga: Pastikan Tak Terjadi Kelangkaan LPG 3 Kg, Mas Dhito Surati Dirjen Migas
Sementara itu, Ketua Bidang Anggaran KONI Banyuwangi, KGS Abdus Sakur menambahkan, meski sistem pembagian anggaran dinilai baik oleh kabupaten lain, namun KONI Banyuwangi saat ini terus mencari formula pembagian anggaran yang lebih sempurna. Sehingga kedepan dapat lebih bermanfaat dan maksimal bagi atlet.
“KONI Banyuwangi juga bersinergi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga setempat, dalam menerapkan penggunaan sistem aplikasi Siraga. Dengan aplikasi tersebut, seluruh prestasi dan kegiatan cabor bisa diakses, sehingga lebih transparan,” pungkasnya. (rin/ian)






