Malang (beritajatim.com) – SMAK Kosayu (Sekolah Menengah Atas Katolik Kolese Santo Yusup Malang menghadirkan Kosayu Artfest 2024 pada Sabtu (9/3/2024). Kosayu Art Fest adalah acara tahunan yang diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Santo Yusup.
“Acara ini untuk memperingati pelindung sekolah kami, Santo Yusup. Ini rutin tiap tahun, 2024 ini digarap dengan konsep have fun, agar tidak terkesan membosankan,” ungkap ketua pelaksana Brigita Joanna Yves Yusran yang saat ini kelas XI.
Kosayu Artfest 2024 diisi dengan pentas seni yang ditampilkan oleh siswa SMAK Kosayu. Penampilannya berupa berupa band, vocal group, choir, dance, dan tari tradisional. Kemudian dari siswa kelas X menampilkan medley tarian dan lagu dari berbagai daerah Indonesia yang mengacu pada P5.
“Kosayu Artfest juga menghadirkan bintang tamu atau guest star, Vierratale. Selain itu, ada juga bazar, foto booth, dan merchandise. Jadi penonton biar gak bosan kita hadirkan banyak hal,” ungkap perempuan yang menjadi bagian dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAK Kosayu tersebut.
Brigita menjelaskan, acara artfest dibuka untuk umum. Sekitar 700 lebih tiket Kosayu Artfest sudah terjual secara daring. Selain itu, bagi pengunjung yang belum mendapat tiket daring, panitia menyediakan ticket on the spot dengan kapasitas terbatas.
“Jadi total yang hadir nanti sekitar 1.700 orang lebih. Harga tiket yang dijual online 65.000 Rupiah, tiket on the spot dijual dengan harga 85.000,” ungkapnya.
Sejak tahun lalu, Kosayu Artfest mulai mengundang guest star dengan harapan dapat menjangkau masyarakat di daerah Malang. Dijelaskan Brigita pemilihan Vierratale sebagai bintang tamu karena acara ini tidak hanya untuk siswa, tetapi juga untuk peksi (alumni) dan masyarakat umum.
“Di zaman peksi itu yang hype Vierratale, kebetulan tahun ini Vierratale kembali ngehype. Jadi kita coba reach out ke Vierratale dan untungnya kita berhasil,” katanya.
Ketua pelaksana berharap acara ini bisa berjalan sukses. Ke depan dia juga berharap bisa melangkah jauh dengan acara lebih meriah. “Namun, menurut aku sendiri, kita jangan sampai kehilangan esensi dari pentas seni dan pesta perayaan pelindung sekolah. Jadi kita tetap harus fokus pada tujuan utama kita,” katanya menutup.
Yohanna Ika Dewanti guru SMAK Kosayu yang menjadi seksi bidang seni dan budaya menjelaskan perbedaaan acara Kosayu Artfest tahun 2024 dengan tahun lalu dari segi tema. Setiap tahun, acara ini selalu berganti tema. Tahun 2024 mengusung tema Gateway to Gaia.

“Gaia itu adalah dewa bumi dari Mitologi Yunani. Intinya artfest 2024 ini kita ingin mengkampanyekan agar kembali peduli pada tanggung jawab kelestarian bumi dan menjaga bumi. Apalagi saat ini semakin banyak yang tidak peduli pada kelestarian bumi,” katanya.
Di sela penampilan dan tema lagu dikampanyekan juga tentang kepedulian terhadap bumi. Hal itu juga ditunjukkan dari segi dekorasi acara. Dekornya didesain dibuat agar pengunjung bisa menjaga bumi tetap asri. “Dekornya dibuat seperti hutan-hutan,” katanya.
Yohanna menambahkan panitia pelaksana diambil dari siswa dengan harapan dapat mengasah segi softskill. Siswa tidak hanya dilatih mengkonsep acara, tetapi juga harus siap dengan berbagai kondisi di lapangan yang kadang berbeda dan mungkin berbanding terbalik dengan konsep yang disusun.
“Panitia acara berasal dari kelas X dan kelas XI yang tergabung dalam OSIS. Penampilanya dari seluruh jenjang, dari kelas X, XI, dan kelas XII. Jadi mereka belajar untuk siap dengan berbagai plan dan bahkan suatu kondisi yang tidak diharapkan sekalipun,” katanya.
Total penampil ada sekitar 300an siswa. Ada penampilan spesial tarian berjudul Nusantara Show. Tarian ini menyajikan atraksi yang kental dengan budaya nusantara, mulai dari Saman dari Aceh sampai tarian dari Papua.
“Kami menampilkan tarian yang menjadi representasi 5 pulau di Indonesia ditambah tarian lain yang mewakili adat dan juga lagu daerah. Penampilannya berupa medley, jadi nyambung terus. Ditampilkan sebelum Vierratale tampil. Jadi Nusantara Show, ada dua band pembuka, baru penampilan dari Vierratale,” ujarnya mengakhiri. [dan/suf]






