Lamongan (beritajatim.com) – SMA Negeri 2 Lamongan kembali menunjukkan komitmennya terhadap penguatan budaya literasi dengan menggelar program ‘Smadala Go to School: Gerakan Membaca Buku Tuntas (GMBT) Sejak Dini Melalui Storytelling’ pada Kamis, 8 Mei 2025.
Kegiatan ini menyasar siswa-siswi jenjang sekolah dasar dan menengah pertama yang berada di sekitar wilayah kota Lamongan.
Dalam pelaksanaannya, tim dari Smadala – sebutan akrab SMA Negeri 2 Lamongan – turun langsung ke beberapa sekolah, di antaranya SMP Negeri 1 Lamongan dan SMP Negeri 2 Lamongan, untuk menularkan semangat membaca buku tuntas.
Tim terdiri dari para guru dan Duta Baca Smada yang memberikan sesi berbagi inspiratif dan pelatihan praktis mengenai pentingnya membaca buku, serta seni bercerita atau storytelling kepada anak-anak.
Kepala SMA Negeri 2 Lamongan, Sofyan Hadi, saat melepas tim Smada Go to School menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas sekolah untuk memperluas gerakan literasi di luar lingkup internal.
“Hal ini sebagai bukti bahwa kehadiran kami bisa turut menebar kontribusi bagi sesama. Bahwa membaca buku apalagi menulis adalah penanda siswa itu hebat, tidak hanya cerdas pintar secara akademis tetapi murid yang gemar membaca apalagi mau menulis dirinya telah menapaki tangga ke level manusia merdeka,” katanya.
Semangat kolaborasi ini juga diperkuat oleh pernyataan Kepala Perpustakaan Smadala, Septy Amalia Rizki, yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut.
“Kami ingin aktivitas membaca buku bukan sekadar karena tuntutan tugas dari guru, tapi timbul akibat kesadaran dari sejak dini. Kesadaran yang timbul dari dalam diri setiap siswa, untuk itu kami meluncurkan program Smada Go to School. Agar spiritnya dapat ditularkan ke siswa yang masih belia,” ujar Septy.
Melalui kegiatan ini, Smada tidak hanya mengedukasi para siswa tentang pentingnya membaca, tetapi juga berupaya membangun kesadaran literasi sejak dini yang tumbuh secara natural dalam diri siswa.
Dengan pendekatan menyenangkan melalui storytelling, GMBT dirancang untuk menghilangkan kesan membaca sebagai beban, dan mengubahnya menjadi kebutuhan yang menyenangkan.
Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan kolaborasi berkelanjutan antar sekolah dan lembaga, termasuk potensi sinergi ke depan dengan dinas perpustakaan, perusahaan swasta, komunitas literasi, hingga stakeholder pendidikan lainnya.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi SMA Negeri 2 Lamongan sebagai sekolah rujukan literasi di Lamongan, menyempurnakan reputasinya sebagai salah satu sekolah favorit yang selalu diminati lulusan SMP dan MTs dari berbagai penjuru kabupaten. [fak/suf]






