Surabaya (beritajatim.com) – Seorang siswi SD usia 11 tahun di Kota Surabaya yang mengidap HIV/AIDS meninggal dunia pada Rabu dini hari (23/10/2024). Dia mengembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan intensif di RSUD dr Soetomo.
Diketahui, bocah itu terinfeksi HIV/AIDS sejak 2023 dari sang ibu. Sementara sang ibu sudah meninggal pada 2021.
D, ayah dari siswi SD tersebut menceritakan sebelum meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB, putrinya dirawat dan baik – baik saja seperti biasa. Hanya saja nafsu makan menurun.
“Dibawa ke rumah sakit (rs) waktu itu hari Senin setelah Maghrib. Saat itu disarankan oleh pihak kelurahan dan puskesmas karena berat badannya turun,” kata D ditemui di rumah duka, Rabu (23/10/2024).
Dengan masih merasa kehilangan, D menjelaskan bahwa sesaat malam sebelum meninggal putrinya masih bermain ponsel di atas ranjang RS hingga pukul 22.00 WIB. Bocah itu meninggal dalam posisi tidur.
“Meninggalnya pas posisi tidur, sebab saya baru tahu saat mencoba membangunkannya dari tidur, sebab pukul 01.00 WIB terlihat jarum selang infus tertindih,” jelasnya.
D mengungkapkan saat ini putrinya telah tenang dikuburkan di makam umum Karanggayam, tadi pagi sebelum 10.00 WIB.
“Dimakamkan tadi sebelum jam 10, di makam Karanggayam,” tutupnya. [ram/beq]






