Mojokerto (beritajatim.com) – Semangat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur tidak berhenti di lapangan upacara. Seusai prosesi resmi, sebanyak 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Angkatan 57 T.A. 2025 langsung melaksanakan Ekspedisi Darat pada Senin (18/8/2025).
Dengan langkah tegap, para siswa menyusuri rute jalan kaki dari Gerbang Utama SPN Polda Jatim di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, melewati Desa Puloniti, Peterongan, Sukosari, Kutoporong, dan Ngastemi hingga kembali ke Pintu Timur SPN. Selain untuk menguji ketahanan fisik, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana mendekatkan diri dengan masyarakat.
Barisan ekspedisi dipimpin langsung Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., didampingi Waka SPN AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H., serta para Pejabat Utama SPN Polda Jatim. Kehadiran pimpinan di barisan terdepan menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa yang berjalan rapi per peleton.
Tak sekadar uji fisik, ekspedisi ini sarat dengan misi kebangsaan dan kemanusiaan. Para siswa membagikan 800 bendera Merah Putih kepada warga sepanjang rute, serta menyalurkan 10 sak beras bagi masyarakat yang membutuhkan. Momen haru terjadi di Desa Puloniti ketika seorang siswa menyerahkan satu sak beras kepada seorang buruh tani bernama Suryadi yang tengah memupuk padi di sawah.
Suryadi sempat terkejut sebelum akhirnya tampak terharu. “Kaget saya, Pak. Tiba-tiba didatangi dan diberi beras. Matur nuwun sanget, ini berkah di hari kemerdekaan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca, sebelum bersama siswa tersebut meneriakkan pekik “Merdeka!”.
Kehadiran ratusan siswa SPN ini disambut hangat masyarakat. Sepanjang jalan, warga memberi tepuk tangan dan semangat kepada para calon abdi negara yang tengah menempuh pendidikan dasar kepolisian tersebut.
Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa. “Kami ingin para calon Bintara tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki empati, peka terhadap kondisi sosial, dan jiwa nasionalisme yang mendarah daging,” jelasnya.
Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bekal penting bagi para siswa. Hal tersebut merupakan cara SPN Polda Jatim mencetak polisi humanis, penuh empati, peduli, dan dicintai rakyat. [tin/beq]






