Malang (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengisyaratkan pembelajaran tatap muka untuk siswa SD dan SMP di daerah ini akan diterapkan 100 persen pekan depan. Nantinya akan diterapkan secara bertahap di sekolah-sekolah yang ada.
“Sekarang masih 50 persen. Nanti rencana tatap muka 100 persennya mulai minggu depan. Tapi juga bertahap, tidak harus semua sekolah,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana, Rabu (5/1/2022).
Suwarjana mengatakan ada beberapa sekolah baru yang masih membutuhkan tambahan fasilitas protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga penerapan 100 persen harus dilakukan bertahap. Termasuk penambahan jam pembelajaran di sekolah yang saat ini masih 4 jam.
“Sekolah baru di SMP 28, 29, 30 kan kayaknya juga belum siap. Jadi harus kami siapkan dulu, istilahnya bertahap lah (tatap muka 100 persen). Kita coba dulu lah sekolah tatap muka 100 persen ini. Baru kalau aman bisa kita tambah jam belajarnya,” kata Suwarjana.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Suwarjana menyebut, saat ini rencana PTM 100 persen harus disosialisasikan dengan gencar ke wali murid. Kebetulan Kota Malang sudah memenuhi syarat untuk 100 persen. Mulai dari tingkat vaksinasi yang tinggi dan PPKM level I.
“Karena kalau langsung 100 persen nanti orang tua pasti kaget. Kami juga harus mendapat dukungan orang tua untuk mengizinkan. Akhir Januari Insya Allah sudah 100 persen semua. Alhamdulillah sesuai dengan SKB 4 Menteri itu kita masuk semua, dalam arti sudah memenuhi syarat,” tandasanya. [luc/but]






