Gresik (beritajatim.com) – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) UPT 387 terpaksa belajar di tenda darurat saat terjadi gempa susulan di Pulau Bawean. Gempa dirasakan sejak kemarin (30/5) hingga hari ini sehingga membuat siswa SD tersebut belajar di luar kelas.
Berdasarkan laporan BMKG gempa susulan kembali terjadi di Pulau Bawean dengan kekuatan 4.1 magnitudo hingga 4.2 magnitudo itu, membuat siswa masih bertahan di tenda darurat. Hal ini karena sekolah mereka yang dipakai belajar masih dalam perbaikan.
UPT SDN 387 Gresik berlokasi di Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak. Gempa susulan tersebut, terjadi di kedalaman 6 kilometer, serta pusat gempa yang berjarak 20 kilometer dari Pulau Bawean.
Hadi (35) salah satu guru UPT SDN 387 menuturkan, gempa susulan saat ini sangat dirasakan sekali. Beruntung saat kejadian siswa belajar di tenda darurat.
“Meski guncangannya terasa siswa tidak ada yang panik karena tidak di dalam kelas,” tuturnya.
Ia menambahkan, ada 36 siswa yang masih belajar di tenda darurat dan terhitung sudah dua bulan lebih sejak gempa pertama terjadi 22 Maret 2024 lalu.
Sementara dari data BMKG total gempa terjadi sudah 700 kali. Rinciannya, 673 kejadian gempa tidak dirasakan, dan 27 kejadian gempa dirasakan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, FX Driatmoko Herlambang membenarkan adanya gempa susulan di Pulau Bawean sebanyak dua kali.
“Kejadian gempa susulan kemarin dan hari ini. Kami masih men-standbykan petugas BPBD di sana untuk terus melakukan monitor di Pulau Bawean,” katanya. [dny/ian]






