Surabaya (beritajatim.com) – Dugaan perselingkuhan antara Ipda DS dengan Ipda ADSY saat ini dalam penanganan Propam Polda Jatim. Dua perwira yang berdinas satu atap di Polda Jatim ini diduga terlibat cinta lokasi (cinlok) saat menempuh pendidikan perwira pada 2001 lalu. Sang suami, Ipda MA mengatakan perubahan sang istri terjadi sejak sang istri menjadi perwira.
Ipda MA mengisahkan, skandal perselingkuhan sang istri dengan oknum Ipda ADSY, terbongkar perlahan-lahan setelah ia menyadari berbagai perubahan sikap dan perilaku dari sang istri, seusai menjalani pendidikan perwira Polisi pada November 2021 silam.
Semenjak saat itu, sejumlah sikap dan perilaku sang istri mulai tampak aneh. Mulanya, enggan tidur satu kamar dengan sang suami, dan memilih tidur di kamar lain berdalih menemani sang anak.
Kemudian, memasang kode pada layar ponsel yang kunci password-nya tidak diketahui oleh sang suami. Hingga jarang berinisiatif memberikan nafkah batin kepada sang suami.
Padahal, saat masih Bintara, sang istri biasanya melayani kebutuhan nafkah batinnya dua hari sekali. Namun, semenjak menjadi Perwira, istrinya seperti ogah-ogahan.
Perubahan sikap dan perilaku sang istri terus menerus dia rasakan, hingga akhirnya di bulan November 2021, ia mendapati informasi sang istri terpantau berduaan bersama seseorang pria tak dikenal, dalam mobil Toyota HRV warna hitam yang sedang terparkir di persewaan area parkir umum dekat Mapolda Jatim. Namun, sang istri tak mengakui hal tersebut.
Ipda MA mengaku, beberapa kali mendapatkan informasi mengenai kelakuan sang istri yang kedapatan main serong dengan sosok Ipda ADSY.
“Ada yang mengasih tahu setahun sebelumnya; Hati-hati sama dia (terlapor), karena kemana-mana istri saya sama dia. Saya enggak percaya. Karena istri saya kuat imannya, dan orangnya baik. Anak saya sudah 4. Dan saya cukup perhatian,” ulasnya.
BACA JUGA:
Diduga Selingkuh dengan Perwira, Polwan Polda Jatim Diadukan ke Propam
Hingga pada suatu ketika, yakni Kamis (1/6/2023), kebetulan hari itu, adalah tanggal merah peringatan Hari Lahir Pancasila. Sang istri berpamitan kepadanya agar tetap masuk berdinas di markas, untuk melaksanakan upacara.
Namun, setelah menyelesaikan upacara, sang istri meminta izin kepada Ipda MA untuk bepergian sejenak melakukan takziah.
Hampir seharian tak ada kabar. Ipda MA mulai berupaya menghubungi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) dan telepon seluler kepada sang istri sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, hingga pukul 19.00 WIB, sang istri tak kunjung merespon pesan dan sambungan teleponnya.
Merasa kelakuan sang istri makin tak wajar. Ipda MA melacak no HP sang isteri dan mendapati lokasi ponsel sang istri berada di kawasan Tretes, Prigen, Kabupaten Pasuruan, sekitar pukul 20.00 WIB.
Sejam kemudian, sekitar pukul 21.00 WIB. Ipda MA mulai bergegas mencari keberadaan sang istri berbekal petunjuk lokasi hasil pelacakan nomor ponsel sang istri.
Ternyata, ia mendapati beberapa area yang diduga kuat menjadi lokasi keberadaan sang istri. Namun, anehnya lokasi tersebut berpindah-pindah.
Hingga akhirnya, ia sempat mendapati adanya sebuah mobil Toyota Fortuner warna hitam yang terdapat keanehan pada susunan huruf dan angka pada plat nopolnya.
Ipda MA merasa, susunan plat nopol tersebut mengidentikan pada sebuah identitas sebuah nama angkatan pendidikan perwira.
Tak pelak, ia sempat menyimpulkan bahwa sang istri sedang main serong dengan seorang teman oknum sesama anggota kepolisian dari satu angkatan pendidikan sekolah Perwira.
“Saya akhirnya menemukan mobil Fortuner warna hitam bernopol (sebut nopol). Dari situ saya pertama tanya bahwa jadi hari itu adalah acara leting (angkatan),” ujar anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo itu.
Tak ingin gegabah, Ipda MA menyudahi proses pengintaiannya, sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mulai kembali pulang ke arah Sidoarjo.
Dan, di tengah perjalanan, sekitar pukul 01.00 WIB, seseorang menghubunginya melalui sambungan telepon. Sosok tersebut mengaku kepadanya berinisial Ipda AF, anggota Ditlantas Polda Jatim, atau teman Ipda DS.
Maksud Ipda AF menelepon Ipda MA hanya sebatas memberikan kabar bahwa sang istri; Ipda DS, baru saja pulang dari takziah, dan pada tengah malam itu bakal segera pulang.
Di ujung telepon Ipda MA menjawabnya secara datar. Padahal rentetan tanda tanya membanjiri benaknya; mengapa sang istri enggan memberikan kabar itu secara langsung kepadanya, dengan menghubunginya balik.
Mengingat waktu telah terlanjur larut atau sudah memasuki dini hari. Setibanya di rumah, Ipda MA tak ingin membahas permasalahan tersebut. Namun ia memilih menunggu keesokan harinya.
Keesokan harinya, Ipda MA berupaya menegur kelakuan sang istri yang mulai aneh. Bahkan ia juga memberikan wejangan agar bersyukur selama belasan tahun hidup berumah tangga, masih dapat rezeki yang cukup untuk menghidupi keempat anak-anaknya.
Namun, kenyataannya kelakuan sang istri masih sama. Masih berperilaku aneh seperti sebelumnya. Bahkan, masih tetap menelepon sosok Ipda ADSY selama berjam-jam, tatkala berada di rumah.
“Tanggal 2-3 Juni, saya ingatkan ke istri; dek gak semua polwan dan polisi enak naik mobil, AC, anakmu udah banyak, rejeki udah ada. Dia jawab; iya mas. Begitu gelagatnya saya lihat masih telpon telponan dengan dia. Sampai makan siang aja diperhatikan,” keluhnya.
BACA JUGA:
Duh! Deretan Aplikasi Ini Disalahgunakan untuk Selingkuh
Lantaran nasehatnya tak digubris, Ipda MA lantas mulai memverifikasi kebenaran semua dugaan skandal perselingkuhan dengan sosok Ipda ADSY, dengan menghubungi sang istri melalui WA pada Jumat (9/7/2023).
Akhirnya, semua kecurigaan yang sempat tak digubrisnya dengan menampik berbagai temuan informasi yang disampaikan oleh beberapa teman-temannya, adalah kenyataan.
Ipda MA mengungkapkan, sang istri mengakui memiliki hubungan spesial dengan sosok Ipda ADSY, di belakangnya selama ini. Hubungan tersebut terjalin sejak keduanya lulus sekolah Perwira pada Bulan November 2021 silam.
Termasuk kecurigaan awal mengenai sosok pria di dalam mobil yang sempat ditanyakannya, dan ditepis oleh sang istri. Ternyata, sang istri berbohong kepadanya. Bahwa memang benar, di dalam mobil tersebut, sang istri berduaan dengan Ipda ADSY.
“Kalau pengakuan dari istri saya sejak tahun 2021 bulan November sudah berhubungan mereka. Saya tidak menyangka karena istri saya salatnya rajin, puasa Senin Kamis rajin, dia baik. Tapi enggak menyangka seperti itu kejadiannya,” ungkapnya.
Bahkan, lanjutnya, sang istri mengaku kepadanya juga telah berkencan atau melakukan hubungan intim laiknya suami istri yang sah, dengan Ipda ADSY sebanyak lima kali.
Mendapati pengakuan tersebut, Ipda MA lantas menghubungi Ipda ADSY untuk meminta pertanggungjawaban karena telah merusak keharmonisan rumah tangganya. Ternyata, Ipda ADSY justru berkelit.
BACA JUGA:
Dituding Selingkuh, Perangkat Desa di Lamongan Ini Mundur dari Jabatannya
Padahal, lanjutnya, seandainya Ipda ADSY mengakui perbuatannya dan menunjukkan iktikad baik secara langsung menyampaikan permintaan maaf. Bukan tak mungkin, kasus ini bakal diselesaikan secara kekeluargaan.
“Pihak terlapor mengucapkan; astaghfirullah saya gak ada apa-apa dengan istrinya komandan, saya sama istrinya komandan sudah saya anggap keluarga,” kata Ipda MA menirukan ucapan Ipda ADSY saat dihubunginya.
Pada hari dimana sang istri mengakui perselingkuhan tersebut. Ipda MA memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan sang istri.
Bahkan, Ipda MA memberikan kesempatan kepada sang istri untuk membuktikan perasaaan cintanya itu, dengan segera menghubunginya kembali dalam waktu dekat.
Namun, setelah berhari-hari menunggu. Ternyata, sang istri tak kunjung menghubunginya kembali.
BACA JUGA:
Selingkuh, Jadi Motif Pembacokan Warga Sumenep di Pamekasan
Ia merasa sang istri lebih menyayangi sosok pria selingkuhannya itu, ketimbang dirinya yang menemani membangun biduk rumah tangga, dengan tetap mendukung profesi Polwan sang istri, hingga sukses menjadi perwira.
“Mulai saat itu, kami pisah rumah. Dia pakai rumah saya yang lama. Saya dan anak-anak pakai rumah kontrakan. Anak-anak memilih ikut sama saya semua,” ungkapnya. [uci/but]






