Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi menggelar Campus – Company Fit and Hiring Program 2025 di Graha Polinema pada 20-21 November 2025. Ajang ini bukan sekadar bursa kerja biasa, melainkan momentum krusial karena merupakan gelaran ketiga sekaligus yang terakhir di tahun 2025 yang dibuka untuk mahasiswa dan alumni Polinema.
Sebanyak 30 perusahaan berpartisipasi dalam acara ini, siap meminang talenta-talenta muda yang kompeten dan berkarakter. Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polinema, Dr. Eng. Anggit Murdani, ST., M.Eng., menegaskan urgensi acara ini. Ia menyebutkan bahwa ini adalah upaya maksimal kampus untuk memfasilitasi alumni sebelum pergantian tahun.
“Alhamdulillah, kita bisa menyelenggarakan Campus – Company Fit and Hiring Program tahun 2025 yang ketiga ini. Ini adalah yang terakhir untuk tahun ini,” ujar Anggit saat ditemui di lokasi acara, Rabu (20/11/2025).
Anggit menjelaskan alasan penggunaan nama Campus – Company Fit dan bukan sekadar Job Fair. Polinema ingin menekankan proses yang komprehensif, bukan hanya sekadar rekrutmen, tetapi juga pembinaan dan penyelarasan kurikulum.
“Ini merupakan upaya kami memfasilitasi alumni untuk memulai karier. Namun, lebih dari itu, kami ingin mendapatkan feedback (umpan balik) dari perusahaan. Apa yang kurang dari kami? Apakah kurikulumnya perlu perbaikan, atau dari sisi alumninya, seperti kesiapan soft skill,” ujar Anggit.
Menurutnya, umpan balik dari perusahaan yang hadir sangat krusial. Hal ini digunakan untuk mendeteksi kelemahan lulusan, baik dari sisi teknis seperti pembuatan surat lamaran, hingga aspek karakter.
Salah satu isu menarik yang diangkat dalam gelaran tahun ini adalah karakteristik unik Generasi Z. Anggit mengakui bahwa generasi ini memerlukan pendekatan dan perhatian khusus, terutama terkait kedisiplinan dan komunikasi dunia kerja.
“Faktor soft skill ini sangat populer saat ini dengan karakteristik Gen Z. Kami butuh masukan dari industri untuk menyiapkan alumni agar memiliki mental dan attitude yang memadai. Misalnya soal kedisiplinan, ini yang sering menjadi catatan,” tambahnya.
Polinema berharap, melalui interaksi langsung ini, para jobseeker tidak hanya melamar kerja, tetapi juga memahami budaya kerja profesional secara langsung.
Meskipun diselenggarakan di akhir tahun, optimisme tetap tinggi. Anggit menyebutkan bahwa meski tingkat penyerapan langsung di lokasi (on the spot) mungkin berkisar di angka 5 persen, dampak jangka panjangnya jauh lebih besar. Data pelamar akan masuk ke database talent perusahaan untuk kebutuhan rekrutmen di masa mendatang.

“Kami terbuka menawarkan kerja sama, perusahaan manapun silakan bergabung. Ini wujud tanggung jawab moral kami menyaluran lulusan,” tegasnya.
Sementara itu, Nila Alia, S.Pd., M.Pd., M.Tr.T., selaku perwakilan panitia menjelaskan bahwa acara ini menyajikan berbagai kegiatan menarik, mulai dari presentasi profil perusahaan (company profile), games berhadiah, hingga wawancara langsung di tempat.
“Ada sekitar 16 perusahaan yang melakukan proses rekrutmen langsung di sini, sisanya secara online. Peserta bisa langsung datang dan registrasi di tempat (on the spot) jika belum sempat mendaftar bulan lalu,” jelas Nila.
Nila menambahkan, sasaran utama acara ini adalah alumni Polinema dari berbagai angkatan kelulusan (Tracer Study/TS). Namun, pintu peluang dibuka selebar-lebarnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang dalam proses kelulusan.
“Kita tidak mematok target angka, tapi membuka peluang sebanyak-banyaknya. Meski ini akhir tahun dan mungkin pesertanya adalah mereka yang belum terserap di gelaran sebelumnya (sisa-sisa), kami tetap melayani dengan maksimal selama dua hari ini,” tutup Nila. (dan/ian)






