Pasuruan (beritajatim.com) – Setelah memakan korban jiwa, sebidang perlintasan kereta di Kecamatan Rejoso akhirnya diberi palang. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Pj Bupati Pasuruan Andriyanto di JPL 146 Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Menurut Andriyanto, saat ini pihaknya meresmikan lima perlintasan kereta api yang sebelumnya tanpa palang. Sedangkan perlintasan yang akan akan diresmikan pada tahun ini sebanyak 18 perlintasan kereta api.
Dari 18 perlintasan tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Pasuruan mulai dari Purwodadi sampai Purwosari dan Rembang sampai Sukorejo. Menurut Andriyanto kejadian yang memakan korban jiwa beberapa hari lalu menjadikannya sebuah pelajaran.
“Kali ini kita meresmikan perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang akan dijaga dengan optimal. Untuk kejadian sebelumnya menjadikan kita pembelajaran untuk melakukan penjegahan,” katanya, Selasa (28/5/2024).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Eka Wara mengatakan bahwa pembangunan 18 perlintasan dibagi menjadi tiga. Empat dibangun oleh Pemerintah Pusat, dua dibangun oleh Pemerintah Provinsi dan 18 akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten.
Eka juga mengatakan bahwa pembangunan ini akan diambil dari sumber dana APBD yang berkisar sebanyak Rp 300 juta setiap posnya. Dana tersebut nantinya akan dibuat untuk pembangunan pos, dua palang kereta, dan juga CCTV.
“Untuk petugas penjagaanya sendiri setiap pos akan ditempatkan sebanyak empat orang masing-masing dan akan terbagi menjadi tiga shift. Petugasnya ini kami bekerjasama dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Sementara untuk perlintasan tanpa palang yang masih belum ada penjaganya akan ditempatkan relawan penjaga. (ada/kun)






