Mojokerto (beritajatim.com) – Satu dari dua warga Kabupaten Mojokerto yang menjadi korban bencana angin kencang pada Kamis (11/1/2024) pekan lalu akhirnya meninggal dunia. Korban Saumi (79) meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 5 hari di RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Warga Jalan Masjid, Kelurahan Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini dinyatakan meninggal sekira pukul 06.17 WIB. Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati didampingi Lurah Mojosari, Agastya Yoga Rinaldhy takziah ke rumah duka, Rabu (16/1/2024).
Lurah Mojosari, Agastya Yoga Rinaldhy mengatakan, korban menjalani perawatan selama lima hari di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. “Selasa tadi pagi, sekira pukul 05.17 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia. Iya Ibu Bupati langsung ke rumah duka,” ungkapnya.
Masih kata Lurah Mojosari, korban mengalami luka patah pada pangkal kaki. Namun diduga luka yang dialami ibu delapan anak ini buka karena tertimpa pohon tumbang saat bencana angin kencang pada pekan lalu. Lurah Mojosari ini menjelaskan, dua hari sebelum kejadian, korban jatuh namun saat hendak dilakukan operasi korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes.
“Beliau memiliki riwayat hipertensi dan gulanya 400. Beberapa hari setelah menjalani perawatan, hipertensi dan gulanya normal akhirnya di operasi. Setelah dioperasi membaik tapi sempat ngedrop dan akhirnya tadi pagi meninggal. Saat kejadian (bencana angin kencang), sore hari sekitar 16.00 WIB, beliau sedang berbaring di ruang tamu. Tempat beliau tidur dan istirahat,” ujarnya.
Tiba-tiba terjadi bencana angin kencang. Sebuah pohon dengan diameter cukup besar menimpa rumah korban, korban yang tidak bisa menghindari tertimpa pohon yang tumpang bersamaan bangunan rumah. Akibatnya korban tertimbun runtuhan bangunan rumah dan pohon yang tumbang tersebut.
“Tubuh beliau tertimpa runtuhan bangunan dan kepala sobek. Status beliau janda, usia 79 tahun, memiliki 8 anak namun 6 anaknya sudah meninggal dunia. Tinggal 2 anak yang masih hidup tapi beliau selama ini tinggal bersama cucu perempuan yang daru kecil yatim piatu. Dalam waktu dekat, rumah almarhum akan segera diperbaiki oleh BPBD,” tegasnya.
Sebelumnya, dua warga di Kabupaten Mojokerto menjadi korban bencana angin kencang yang terjadi, Kamis (11/1/2024) pekan lalu. Keduanya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.
Kedua korban yakni Umar Mukhtar (22) warga Dusun Mojoroto, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal dan Saumi (79) warga Jalan Masjid, Kelurahan Mojosari, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban Umar Mukhtar (22) melintas di Jalan Brawijaya, area barat kantor Kecamatan Pungging mengendarai sepeda motor saat hujan deras disertai angin kencang.
Tiba-tiba pohon jenis Kesono dengan diameter -+ 30 cm tumbang dan menimpa korban. Sementara korban kedua yakni Saumi (79) mengalami kejadian yang sama. Namun korban tertimpa pohon tumbang saat berada di area rumahnya yang disapu angin kencang pada Kamis pekan lalu. [tin/ian]






