Lamongan (beritajatim.com) – Setelah mendapatkan PSIS Semarang dengan mengakuisisi mayoritas saham yang diatasnamakan istrinya, CEO Persela Lamongan, Fariz Julinar Maurisal, kini memutuskan untuk meninggalkan Laskar Joko Tingkir.
Fariz mengumumkan pengunduran diri melalui sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (21/11/2025) malam, hanya berselang beberapa hari setelah ia merampungkan akuisisi mayoritas saham PSIS Semarang.
Langkah Fariz mengakuisisi klub lain sebelumnya telah memicu gejolak di internal Persela, termasuk kegelisahan suporter yang mempertanyakan komitmen dan arah kebijakan manajemen.
Melalui pernyataan di akun Instagramnya, Fariz menyampaikan bahwa keputusan mundur diambil setelah ia merasa kepercayaan yang selama ini diberikan kepadanya dan keluarganya sudah tidak lagi sama.
“Perpisahan bukan akhir dari segalanya. Empat tahun saya merawat klub kebanggaan saya dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Manis pahitnya setiap menit di pertandingan saya lalui di klub kebanggaan saya dari mulai persiapan kompetisi sampai berakhirnya kompetisi,” tulis Fariz.
Fariz juga menyampaikan bahwa dirinya siap menyerahkan tongkat kepengurusan Persela kepada sosok yang dianggap lebih mampu membawa klub melangkah ke depan. “Di saat kepercayaan itu sudah tidak lagi ada untuk saya beserta keluarga, saya siap menyerahkan tongkat kepengurusan klub ini selanjutnya kepada yang lebih siap dari saya,” ujarnya.
Kepada seluruh pendukung setia Persela, yakni L.A Mania dan Curva Boys, Fariz menegaskan bahwa kecintaannya terhadap klub tidak akan luntur.
“Untuk semua Persela fans, saya dan kalian sama-sama cinta dengan klub kebanggaan kita semua, Persela Lamongan. Untuk kebaikan Kota Lamongan, untuk kebaikan Persela Lamongan, saya pamit undur diri dari Persela Lamongan. Kalau ada salah atau kurangnya saya dalam mengurus tim ini, baik lisan maupun tulisan, saya meminta maaf kepada para suporter dan masyarakat Lamongan,” tulisnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi mengenai siapa yang akan menggantikan Fariz sebagai CEO Persela Lamongan, maupun bagaimana arah manajemen klub setelah perubahan besar ini. (fak/kun)






