Jumantoro selalu punya ide segar untuk menyuarakan kegelisahan petani. Setelah beberapa waktu lalu sempat membagikan 1,5 kuintal tomat gratis kepada pemakai jalan di depan gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini dia menggagas upacara bendera di tengah sawah, Sabtu (17/8/2024).
Ini bukan sekadar upacara formal memperingati Hari Kemerdekaan. Namun sebuah simbol. Upacara digelar di sawah yang digarap kelompok tani Subur Makmur, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupayen Jember, Jawa Timur.
Pesertanya hanya tujuh petani. Mereka menghormat ke bendera yang berkibar di atas tiang bambu setinggi sembilan meter yang dicat putih. Tiang itu mereka gotong dengan berjalan kaki. “Butuh perjuangan untuk membuat bambu itu lurus,” kata Jumantoro tertawa.
Tujuh dan sembilan: 79 tahun usia kemerdekaan RI.
Angka tujuh juga punya makna spiritual. Tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu. “Ini simbol pitulungan gusti Allah atau pertolongan Tuhan,” kata Ketua Asosiasi Petani Pangan Jawa Timur ini.
Tiang bendera sengaja dibuat setinggi sembilan meter bukan hanya untuk menyimbolkan usia HUT RI. “Sembilan adalah angka tertinggi. Kami berharap pelaksanaan upacara ini jadi momentum agar sektor pertanian menjadi lebih baik,” kata Jumantoro.
“Tegaknya sang saka merah putih di tengah sawah adalah simbol bahwa bangsa Indonesia harus berdaulat pangan ke depan. Petani adalah pejuang logistik di negeri ini,” kata Jumantoro.
Usai upacara para petani ini makan tumpeng sama-sama. “Ini tumpeng Kemerdekaan,” kata Jumantoro. [wir]






