Bondowoso (beritajatim.com) – Festival Muharram 2025 di Alun-alun Bondowoso tampil berbeda. Tak hanya dimeriahkan dengan ragam kegiatan religius, acara ini juga membawa pesan kuat soal kepedulian lingkungan.
Salah satunya datang dari stand komunitas Sarkaspace, yang mengusung tema “Merayakan Muharram Tanpa Sampah” sebagai bentuk cinta terhadap bumi dan wujud nyata keimanan.
Komunitas ini memanfaatkan momen festival untuk menyerukan pentingnya pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan kepada masyarakat luas.
Dalam stand yang ramai dikunjungi, Sarkaspace memamerkan beragam hasil kreasi daur ulang mulai dari gantungan kunci, lilin aromaterapi, papan hias, karya seni rupa, miniatur motor, hingga mesin inovatif pengolah sampah menjadi bahan bakar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa bernilai tinggi. Dari yang kecil seperti gantungan kunci Rp10 ribu, sampai yang besar seperti mesin pendaur ulang yang bisa seharga Rp100 juta,” ujar Uyes, Founder Sarkaspace pada BeritaJatim.com, Jumat (11/7/2025) malam.
Salah satu teknologi andalan mereka adalah mesin penyulingan sampah plastik menjadi bahan bakar solar.
Saat ini mereka memiliki mesin berkapasitas 20 kilogram per proses, yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam dan hanya menggunakan 1 tabung elpiji 3 kg. Hasilnya: 17 liter solar siap pakai.
Untuk skala lebih besar, Sarkaspace tengah mengembangkan mesin berkapasitas 100 kilogram dengan estimasi harga jual Rp100 juta dan waktu proses 6–8 jam.
Namun Uyes menekankan, meskipun secara teknis mesin tersebut sudah berhasil menghasilkan solar, mereka masih menunggu hasil uji laboratorium dari Lemigas untuk memastikan keamanan dan dampak jangka panjang bahan bakar tersebut.
Tak hanya sekadar pameran, stand Sarkaspace juga menjadi ruang edukasi. Pengunjung dikenalkan pada gerakan komunitas, proses pengelolaan sampah, hingga cara kreatif mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan, pengunjung membubuhkan tanda tangan pada kain besar yang dipasang di dinding stand.
“Kami berharap pemerintah mulai melihat gerakan teman-teman dari bawah. Sistem sudah kami bangun, tinggal bagaimana regulasi dan kebijakan memperkuatnya,” tegas Uyes.
Festival Muharram 2025 sendiri berlangsung selama sepekan, mulai 6 hingga 12 Juli 2025. Stakeholdernya adalah Disparbudpora dan Diskoperindag Bondowoso.
Kehadiran komunitas seperti Sarkaspace menjadi warna tersendiri dalam perayaan ini—menggabungkan semangat religius, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu tarikan napas. (awi/ian)






